Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

30 Tahun Kepergian Udin, PWI DIY Bersiap Abadikan Nama Wartawan Bernas di Aula hingga Makam

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 13:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
30 Tahun Kepergian Udin, PWI DIY Bersiap Abadikan Nama Wartawan Bernas di Aula hingga Makam
Ket. Arsip Foto - Wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin

YOGYAKARTA – Tiga dekade telah berlalu sejak wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, meninggal dunia. Namun, namanya belum hilang dari ingatan insan pers di Yogyakarta.

Memperingati 30 tahun wafatnya Udin, Tim Adhoc Pengusulan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional akan menggelar rangkaian kegiatan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta.

Peringatan ini tidak sekadar menjadi ruang untuk mengenang sosok Udin. Momentum tersebut sekaligus menjadi langkah awal Tim Adhoc Udin menjalankan tugas untuk mengusulkan wartawan Bernas itu sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Selain itu, Udin juga merupakan anggota PWI, dengan No. 13.00.3794.92.M.VI.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah peresmian nama Aula PWI DIY menjadi Fuad Muhammad Syafruddin. Penamaan itu diharapkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi penerus mengenai perjalanan dan perjuangan Udin sebagai wartawan.

Peresmian nama aula akan dilakukan Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, S.H. Sebelum prosesi tersebut, Ketua Tim Adhoc Udin, Ki Bambang Widodo, akan menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan tugas tim.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, S.IP., M.Si. serta Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno, S.Sos., M.A.

Tidak berhenti di lingkungan PWI DIY, penghormatan terhadap Udin juga akan diwujudkan melalui pemasangan tetenger di makamnya yang berada di Trirenggo, Bantul.

Pemasangan tetenger tersebut menjadi bagian dari keputusan yang telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Adhoc Udin di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada 23 Juni 2026.

Dalam rapat tersebut, tim membahas sejumlah langkah sebagai bagian dari proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Dua di antaranya adalah mengusulkan pemberian nama Fuad Muhammad Syafruddin untuk Aula Gedung PWI DIY serta memasang tetenger di makam Udin.

Bagi insan pers, upaya tersebut bukan sekadar tentang mengabadikan sebuah nama. Ada ingatan mengenai profesi jurnalistik, keberanian, dan perjalanan seorang wartawan yang tetap hidup meski puluhan tahun telah berlalu.

Tim Adhoc Udin telah mengundang Dewan Penasehat, Dewan Pakar, pengurus dan anggota PWI DIY. Sejumlah pejabat serta organisasi kemasyarakatan yang berkaitan dengan proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional juga diundang menghadiri kegiatan tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membawa nama Udin ke tingkat yang lebih luas. Dari Yogyakarta, perjuangan tersebut diarahkan agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat mempertimbangkan pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.

Tiga puluh tahun setelah kepergiannya, ingatan terhadap Udin kembali dihidupkan. Bukan hanya melalui seremoni, tetapi melalui sebuah ikhtiar untuk menjaga namanya tetap hadir di tengah perjalanan pers Indonesia.

Bagi generasi hari ini, nama Udin kelak tidak hanya terpampang di sebuah aula atau tertulis pada tetenger di makam. Lebih dari itu, namanya diharapkan menjadi bagian dari ingatan sejarah tentang seorang wartawan dari Yogyakarta yang terus diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Pemkot Jakut Edukasi Pelaja...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.