Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino Melanda, Puluhan Hektare Sawah di Banjar Selamat Berkat JIAT

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 12:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
El Nino Melanda, Puluhan Hektare Sawah di Banjar Selamat Berkat JIAT Doc: istimewa
Ket. Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air, terutama saat musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino

JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen mendukung Swasembada Pangan Nasional dengan menghadirkan infrastruktur air berkelanjutan melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dengan memanfaatkan potensi air tanah secara berkelanjutan, petani tetap memiliki sumber air untuk bercocok tanam meski curah hujan menurun akibat El Nino. 

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan pembangunan JIAT merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air, terutama saat musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Dengan sistem irigasi yang lebih andal, produktivitas pertanian diharapkan meningkat signifikan.

"Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat," kata Menteri Dody. 

Selain itu, Menteri Dody juga menekankan agar pengembangan JIAT tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur dan pompa air tanah, tetapi juga dilengkapi dengan jaringan saluran tersier sehingga mampu mengalirkan air secara lebih efektif hingga ke lahan pertanian. JIAT sendiri merupakan sistem irigasi yang memanfaatkan air tanah melalui sumur bor/pompa untuk mengairi lahan pertanian, terutama pada daerah yang tidak terjangkau jaringan irigasi permukaan.

Salah satu pembangunan JIAT dilakukan di Desa Bawahan Seberang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, yang memiliki jaringan sepanjang 1 kilometer dengan cakupan layanan mencapai 10,71 hektare lahan pertanian. Infrastruktur yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin tersebut mampu menghasilkan debit air sekitar 3 liter per detik melalui sumur dengan kedalaman mencapai 100 meter.

Selain itu, BWS Kalimantan III Banjarmasin juga turut membangunan JIAT di Desa Bawahan Selan sepanjang 760 meter yang mengairi lahan pertanian seluas 13,30 hektar. Infrastruktur ini mampu menghasilkan debit air sekitar 3 liter per detik dengan kedalaman sumur mencapai 126 meter. Pembangunan tersebut pun disambut antusias oleh Waluyo, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. 

“Terima kasih kepada BWS Kalimantan III Banjarmasin yang telah membantu pembangunan sumur bor yang ada di desa kami. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan dari Kementerian PU ini bisa meningkatkan taraf hidup petani yang ada di Desa Bawahan Selan, yang tadinya menanam padi setahun sekali, bisa menjadi dua kali, syukur-syukur bisa menjadi tiga kali,” ujarnya.

Dalam pengoperasiannya, sistem JIAT ini menggunakan listrik sebagai sumber daya utama, dengan genset sebagai sumber daya cadangan untuk menjaga keberlangsungan layanan ketika pasokan listrik utama mengalami gangguan.

Air yang dihasilkan terutama dimanfaatkan sebagai air baku irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan. Infrastruktur ini juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat melalui penyediaan air baku untuk kebutuhan sehari-hari.

Lewat infrastruktur ini, para petani tidak lagi hanya mengandalkan curah hujan harian, sehingga proses bercocok tanam dapat terus berjalan secara optimal dan teratur. Langkah tersebut sejalan dengan Visi PU608 melalui pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, mendorong produktivitas, hingga menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

45 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.