Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stimulus ke Dunia Usaha Harus yang Memberi Nilai Tambah

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Jika mesin pertumbuhan hanya bertumpu pada belanja pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), maka efeknya hanya bersifat sementara. Dengan demikian, laju pertumbuhan pada kuartal berikutnya akan sangat tergantung pada pengelolaan defisit APBN.

“Kuartal berikutnya tergantung pengelolaan defisit APBN. Kalau defisit melebar maka belanja bisa direm sehingga mempengaruhi laju pertumbuhan,” pungkasnya.

Bhima juga berharap pemerintah memberikan pelatihan keahlian (upskilling) kepada para tenaga kerja guna menyelaraskan dengan kebutuhan industri modern saat ini.

Ekspor Tertekan

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) DIY Sapto Daryono menilai stimulus pemerintah kepada industri padat karya memang dibutuhkan, terutama ketika pelaku usaha berorientasi ekspor tengah menghadapi tekanan dari berbagai sisi.

Menurut Sapto, industri furnitur dan kerajinan saat ini menghadapi kenaikan biaya logistik yang membuat ongkos ekspor semakin berat. Pada saat bersamaan, permintaan dari sejumlah pasar utama, termasuk Eropa, juga mengalami penurunan sehingga berpengaruh terhadap volume pesanan yang diterima produsen.

“Kalau pemerintah ingin mendorong penciptaan lapangan kerja, industri padat karya seperti furnitur dan kerajinan memang perlu mendapat perhatian. Persoalan kami sekarang bukan hanya bagaimana berproduksi, tetapi bagaimana menjaga agar produk tetap kompetitif ketika biaya logistik naik sementara permintaan ekspor melemah,” kata Sapto.

Ia mengatakan, karakter industri furnitur dan kerajinan yang banyak mengandalkan tenaga manusia membuat keberlangsungan pesanan berkaitan langsung dengan kemampuan perusahaan mempertahankan pekerja. Karena itu, stimulus menurutnya perlu diarahkan untuk menekan beban produksi dan ekspor sekaligus membantu industri memperluas pasar.

Sapto menambahkan, dukungan pemerintah juga diperlukan untuk mendorong diversifikasi pasar ekspor agar industri tidak terlalu bergantung pada negara-negara tujuan tradisional. Dengan permintaan global yang sedang melemah, pembukaan pasar baru dinilai penting agar kapasitas produksi tetap berjalan dan penyerapan tenaga kerja dapat dipertahankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Megapolitan
Penutupan mesin pesawat di ...

Waduk Sumber kepuh di Nganjuk mengering

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Waduk Sumber kepuh di Nganj...

Ahli Vulkanologi ITS Bagikan Langkah Penanganan dan Mitigasi Erupsi

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ahli Vulkanologi ITS Bagika...

Kecelakaan pesawat latih di Blora

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kecelakaan pesawat latih di...
Ekonomi
Wamendag kunjungi pelaku UM...
Luar Negeri
AS Target Hidupkan Lagi Mej...
Luar Negeri
Iran Amankan Jalur Strategi...
Advertisement
Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.