Soal KIP Kuliah, Dedi Mulyadi Usul Batas Gaji Orang Tua Rp10 Juta
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 16:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ANTARA
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan perubahan ketentuan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia meminta batas maksimum penghasilan orang tua mahasiswa penerima KIP Kuliah dinaikkan agar lebih banyak mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan pendidikan.
Saat ini, salah satu ketentuan penerima KIP Kuliah berkaitan dengan besaran penghasilan orang tua yang harus berada di bawah upah minimum provinsi (UMP) di domisili mahasiswa. Di Jawa Barat, ketentuan tersebut membuat gabungan penghasilan orang tua yang ingin memperoleh KIP Kuliah harus berada di bawah sekitar Rp2,3 juta.
"Saya usul agar nanti ketentuannya di bawah Rp10 juta boleh dapat KIP," ungkap Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Usulan tersebut disampaikan Dedi saat memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor, Senin (10/8).
Dalam kesempatan itu, Dedi menanggapi sejumlah keluhan mahasiswa mengenai tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup selama menempuh pendidikan tinggi. Keluhan tersebut tidak hanya datang dari mahasiswa yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, tetapi juga keluarga dengan orang tua yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dedi meminta mahasiswa tidak menyerah atau memutuskan berhenti kuliah hanya karena persoalan biaya. Menurutnya, selama mahasiswa memiliki tekad kuat untuk menyelesaikan pendidikan, persoalan ekonomi harus dicari jalan keluarnya bersama.
Dalam kegiatan tersebut, Dedi juga memberikan sejumlah bantuan langsung kepada mahasiswa. Bantuan yang diberikan antara lain uang kos selama dua tahun, biaya kuliah gratis selama lima semester, serta modal usaha sebesar Rp5 juta bagi mahasiswa yang ingin menjalankan usaha kecil untuk membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tidak merasa rendah diri. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi dapat menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki kondisi kehidupan di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jangan hanya mengejar gelar akademik namun perbanyak pengalaman selama menjadi mahasiswa. Jadikanlah kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang yang mampu, tidak mengalami masalah ketika berhadapan dengan kesulitan. Musuh jangan dijauhi, tapi jadikan temannya," ucap Dedi.
Dalam kegiatan tersebut, Dedi turut berdialog dengan sejumlah mahasiswa yang memiliki latar belakang dan persoalan berbeda. Salah satunya adalah mahasiswa yang masuk melalui jalur prestasi serta mahasiswa penyandang disabilitas yang menyampaikan kendala biaya kos, kebutuhan hidup, hingga biaya pendidikan di kawasan Jatinangor.
Gina, salah seorang mahasiswi penyandang disabilitas netra, mengaku bersyukur dapat menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran secara gratis. Ia berharap pemerintah semakin memperhatikan kesempatan pendidikan bagi penyandang disabilitas agar dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Sementara itu, Livy, salah seorang mahasiswi asal Depok, menyampaikan aspirasi mengenai kondisi sejumlah jalan di Jatinangor, terutama jalan yang berada di sekitar lingkungan kampus. Ia bahkan menyatakan kesediaannya bersama mahasiswa lain untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan kampus.
Menanggapi hal tersebut, Dedi menjelaskan bahwa ruas jalan yang dimaksud merupakan Jalan Nasional sehingga kewenangan perbaikannya berada di tangan pemerintah pusat. Meski demikian, ia berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mencari solusi atas kondisi jalan tersebut.
"Kalau diizinkan tahun depan kinclong. Tapi warga kampus juga harus ikut menjaga kebersihan lingkungan," tegas Dedi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!