Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Distribusi Pendapatan dan Perbaikan Ketimpangan Ekonomi Lebih Penting bagi RI

📅 Senin, 10 Agu 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Ada Ekosistem

Di kesempatan lain, Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, YB. Suhartoko menilai Indonesia bergeser terlalu cepat ke struktur ekonomi berbasis jasa dan perdagangan.

“Indonesia sebenarnya belum saatnya memasuki struktur industri di mana sektor jasa dan perdagangan mempunyai kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun demikian dampak dari perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, sektor jasa dan perdagangan juga tumbuh dengan cepat, namun sayangnya tidak banyak menyerap tenaga kerja,” kata Suhartoko.

Menurut Suhartoko, evaluasi terhadap arah pembangunan dunia usaha perlu dilakukan. Kriteria utama dunia usaha ke depan, katanya, bukan hanya kontribusi terhadap PDB tetapi juga kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Jawabannya adalah mendorong dan memfasilitasi industri manufaktur dari level usaha mikro sampai dengan usaha besar,” kataSuhartoko.

Sejumlah instrumen yang bisa digunakan pemerintah antara lain dari sisi fiskal berupa insentif pajak dan subsidi. Dari sisi non-fiskal, dibutuhkan pendampingan teknis terutama sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Pendampingan dalam aspek administrasi, keuangan, teknologi dan rantai pasok,” jelas Suhartoko.

Dia juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas infrastruktur dan kawasan industri terpadu. Kawasan industri tidak boleh hanya dilihat dari sisi hubungan input-output antar perusahaan besar saja, tetapi harus ada keberadaan usaha kecil sampai besar dalam suatu ekosistem kawasan industri.

Di sisi permintaan, Suhartoko mendorong kebangkitan kembali budaya konsumsi produk dalam negeri. Hal itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk domestik agar mampu bersaing.

“Dari sisi konsumen perlu dibangun kembali budaya mengkonsumsi barang-barang domestik dan tentu saja produk domestik juga harus berkualitas,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.