Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jepang Dukung Pembatasan Medsos, Kelompok Remaja Justru Berontak

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 15:52 WIB | Oleh:
Warga Jepang Dukung Pembatasan Medsos, Kelompok Remaja Justru Berontak Doc: AFP/Richard A. Brooks/Getty Images

TOKYO - Mayoritas warga Jepang berusia 15 hingga 39 tahun mendukung pembatasan penggunaan layanan media sosial oleh anak-anak. Namun, tingkat dukungan tersebut paling rendah di kalangan remaja.

Hal itu menunjukkan adanya perbedaan pandangan antargenerasi, menurut hasil survei pemerintah yang dirilis pada Senin (31/8).

Dukungan terhadap pembatasan tersebut berada di atas 50 persen pada semua kelompok usia, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, dukungan dari perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, bahkan mencapai lebih dari 70 persen di kalangan perempuan berusia 35 hingga 39 tahun.

Hasil tersebut berasal dari survei berskala besar pertama yang dilakukan oleh Badan Anak dan Keluarga Jepang.

Pada Juli, panel ahli badan tersebut dalam laporan sementara terkait perlindungan anak yang menggunakan media sosial menyatakan bahwa pembahasan terkait kemungkinan penerapan pembatasan penggunaan berdasarkan batas usia yang seragam perlu ditingkatkan.

Hasil survei terbaru itu diperkirakan akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan tersebut di masa mendatang.

Survei daring yang dilakukan mulai 20 Mei itu melibatkan sekitar 100.000 responden laki-laki dan perempuan berusia di bawah 40 tahun dari seluruh Jepang. Badan tersebut kemudian merilis hasil sementara berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin.

Ketika ditanya apakah penggunaan media sosial oleh anak-anak di bawah usia tertentu perlu dibatasi, 56,4 persen responden laki-laki berusia 35 hingga 39 tahun menjawab "saya rasa perlu" atau "saya agak merasa perlu".

Pada kelompok perempuan dalam rentang usia yang sama, angkanya mencapai 71,7 persen. Kedua kelompok tersebut mencatat tingkat dukungan tertinggi.

Sebaliknya, tingkat dukungan terendah ditemukan pada kelompok responden berusia 15 hingga 19 tahun, yakni 53,2 persen di kalangan laki-laki dan 59,7 persen di kalangan perempuan.

Khusus di antara responden berusia 15 tahun, tingkat dukungan bahkan turun di bawah 50 persen, baik pada anak laki-laki maupun perempuan.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa semakin muda kelompok usia responden, semakin besar kemungkinan mereka mengaku bahwa terkadang mereka merasa tidak nyaman atau rendah diri ketika melihat unggahan media sosial terkait kehidupan orang lain.

Di antara responden berusia 15 hingga 19 tahun, sebanyak 45,4 persen laki-laki dan 58,4 persen perempuan mengatakan bahwa mereka terkadang merasa tidak nyaman terhadap diri sendiri setelah melihat unggahan tentang kehidupan orang lain di media sosial. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama...
Megapolitan
BMKG Bawa Kabar Baik untuk ...
Megapolitan
18 Rumah Terbakar di Kebayo...
Olahraga
10 Petenis Top Dunia Menuju...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.