Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Bandung: Integrasi Layanan Hukum Harus Berujung pada Solusi Nyata bagi Masyarakat

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 15:33 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung: Integrasi Layanan Hukum Harus Berujung pada Solusi Nyata bagi Masyarakat  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut kehadiran para menteri, perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, pelaku usaha, organisasi profesi, serta peserta Ministerial Dialogue dalam rangkaian Festival Layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) Berdampak Tahun 2026 di Trans Hotel Bandung, Senin (31/8).

Dalam sambutan selamat datangnya, Wali Kota Farhan menegaskan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pelayanan hukum yang terintegrasi, inklusif, mudah diakses, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kami di Kota Bandung untuk menyambut Bapak dan Ibu sekalian dalam sebuah acara yang sangat penting ini,” ujar Wali Kota Farhan.

Menurut dia, Ministerial Dialogue memiliki nilai strategis karena tidak hanya mempertemukan pejabat pemerintah, tetapi juga melibatkan akademisi, pelaku usaha, asosiasi pengusaha, notaris, hingga masyarakat.

Wali Kota Farhan menilai keterlibatan berbagai unsur tersebut penting karena pelayanan administrasi hukum umum bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

High level dialog ini tidak hanya dihadiri para pejabat yang memiliki urusan dengan pelayanan hukum, tetapi juga para akademisi, pelaku usaha, asosiasi pengusaha, para notaris, serta seluruh peserta Festival Layanan Administrasi Hukum Umum Berdampak 2026,” kata dia.

Wali Kota Farhan juga mengaitkan penguatan layanan administrasi hukum dengan upaya Pemerintah Kota Bandung menata sektor informal, khususnya pedagang kaki lima (PKL).

Ia mengatakan, penataan PKL tidak semata-mata bertujuan menertibkan ruang kota, tetapi juga mendorong pelaku usaha informal agar dapat naik kelas menjadi pelaku usaha formal.

Menurut Wali Kota Farhan, kemudahan administrasi hukum dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi pelaku usaha informal untuk memiliki legalitas dan memperoleh akses pembiayaan.

“Upaya kami bukan sekadar penataan kota, tetapi memastikan para pelaku usaha informal ini bisa naik kelas menjadi para pengusaha yang formal. Untuk itu, kehadiran festival ini dengan layanan administrasi hukum umum harus menjadi solusi bersama,” ujar dia.

Ia menilai, semakin banyak pelaku usaha yang masuk dalam sistem administrasi hukum, semakin besar pula peluang mereka memperoleh akses terhadap layanan perbankan, pembiayaan, serta berbagai program pemberdayaan usaha.

Langkah tersebut, kata Wali Kota Farhan, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kontribusi sektor usaha formal terhadap perekonomian.

Lebih lanjut, Wali Kota Farhan menekankan pentingnya integrasi pelayanan publik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga tingkat kelurahan. Ia menyebut proses bisnis yang efisien, data yang valid, sumber daya manusia yang siap, regulasi yang mendukung, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan publik.

“Secara lebih singkatnya, apa yang dapat diintegrasikan, kita integrasikan. Apa yang dapat disederhanakan, kita sederhanakan. Apa yang membuat koordinasi pusat dan daerah bisa kita lakukan, maka harus dilakukan secara kolektif,” tutur Wali Kota Farhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.