Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selat Hormuz Belum Dibuka, Iran dan Oman Nyaris Capai Kesepakatan

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 20:00 WIB | Oleh:
Selat Hormuz Belum Dibuka, Iran dan Oman Nyaris Capai Kesepakatan Doc: The Arab Weekly
Ket. Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman terkait pengaturan pelayaran di Selat Hormuz hampir tercapai, tetapi kesepakatan tersebut belum otomatis membuat jalur perdagangan kembali terbuka. Pernyataan itu muncul ketika ketegangan di jalur energi strategis tersebut masih tinggi dan Uni Emirat Arab melaporkan adanya serangan terhadap kapal lain.

JAKARTA - Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman terkait pengaturan pelayaran di Selat Hormuz hampir tercapai, tetapi kesepakatan tersebut belum otomatis membuat jalur perdagangan kembali terbuka. Pernyataan itu muncul ketika ketegangan di jalur energi strategis tersebut masih tinggi dan Uni Emirat Arab melaporkan adanya serangan terhadap kapal lain.

Kesepakatan Iran dan Oman dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mencapai penyelesaian yang lebih luas untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut membuat Teheran mengambil kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya menjadi rute sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran dan Muscat saat ini sudah sangat dekat dengan kesepakatan mengenai jalur pelayaran baru di Selat Hormuz. Namun, pembukaan kembali jalur tersebut masih bergantung pada sejumlah persyaratan lain, termasuk tuntutan agar Amerika Serikat memberikan kompensasi kepada Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya sebelumnya mengatakan Washington memperkirakan kesepakatan antara Iran dan Oman dapat tercapai dalam waktu dekat. Menurut pejabat tersebut, kesepakatan itu diharapkan memungkinkan lalu lintas pengiriman minyak kembali berjalan secara normal melalui Selat Hormuz.

Sekretaris badan keamanan nasional tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolqadr, menyampaikan sejumlah tuntutan yang harus dipenuhi sebelum jalur tersebut kembali dibuka. Tuntutan itu mencakup penghentian ancaman Amerika Serikat terhadap Iran, penghentian agresi terhadap Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, serta Irak, pencabutan blokade dan sanksi, hingga pembebasan aset Iran.

Oman menyatakan proses negosiasi dengan Iran berjalan dalam suasana yang positif dan konstruktif. Pemerintah Oman juga mengecam serangkaian serangan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz, meskipun tidak menunjuk pihak tertentu sebagai pelaku.

“Oman menekankan pentingnya menghindari tindakan apa pun yang dapat memengaruhi negosiasi ini dan kemajuan yang telah dicapai dengan cara yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak,” kata Kementerian Luar Negeri Oman. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Muscat ingin menjaga proses diplomasi tetap berjalan tanpa terganggu oleh eskalasi baru di lapangan.

Araghchi mengatakan skema pemisahan lalu lintas pelayaran yang sebelumnya digunakan di Selat Hormuz kini tidak lagi dapat diterima oleh Iran. Sebagai langkah sementara, Teheran tengah membahas rute alternatif bersama Oman sembari persoalan teknis dan hukum untuk membangun jalur permanen masih dirampungkan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyatakan keyakinannya bahwa kondisi saat ini merupakan momentum terbaik untuk mencapai kesepakatan. Ia menilai persatuan di dalam negeri memberikan posisi yang kuat bagi Iran dalam menghadapi konflik yang berlangsung.

“Ada kekompakan, kekuatan, dan persatuan di negara ini, dan sejauh yang saya ketahui, Iran dianggap sebagai negara yang menang dan kuat dalam perang ini,” ujar Pezeshkian dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Iran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika pemerintah Iran berupaya menunjukkan bahwa posisi Teheran masih kuat di tengah tekanan ekonomi dan militer.

Di sisi lain, ketegangan di Selat Hormuz belum menunjukkan tanda-tanda mereda sepenuhnya. Uni Emirat Arab pada Sabtu mengatakan Iran telah menyerang sebuah kapal yang berafiliasi dengan perusahaan minyak milik negara tersebut menggunakan rudal ketika kapal itu sedang melintasi selat.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam serangan terbaru tersebut. Lembaga pengawas perdagangan maritim Inggris, UKMTO, juga menyatakan sebuah kapal terbakar setelah terkena proyektil yang belum diketahui asalnya, meskipun api kemudian berhasil dipadamkan dan tidak ada laporan mengenai dampak lingkungan.

Pihak berwenang Iran belum memberikan komentar langsung terkait laporan serangan terhadap kapal tersebut. Sementara itu, Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak semata-mata bergantung pada hasil pembicaraan dengan Oman, tetapi juga pada kesediaan Washington memenuhi tuntutan Teheran.

“Kapan pun Amerika Serikat menerima syarat-syarat Iran, Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali,” kata juru bicara Garda Revolusi, Hossein Mohebbi, menurut kantor berita Tasnim. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Iran masih menempatkan tuntutan terhadap Amerika Serikat sebagai faktor utama dalam keputusan membuka kembali jalur pelayaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Luar Negeri
Ketua Parlemen Meninggal, L...
Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.