Janji Rian pada sang Legenda Bejo Sugiantoro, 'Ayah!!!, Persebaya Juara Yah'
📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 15:14 WIB | Oleh: OpikDua unggahan itu serupa, tapi tidak sepenuhnya sama. Dalam kedua momen juara itu, Rian selalu menghadirkan sosok ayahnya. Bedanya, pada 2017 Bejo masih berdiri di sampingnya. Pada 2026, sosok itu hanya bisa hadir melalui sebuah gambar di kaus yang dikenakannya.
Itulah yang membuat air mata Rian setelah pertandingan terasa berbeda. Ada kebahagiaan karena kembali mempersembahkan gelar untuk klub masa kecilnya. Tetapi di balik itu, terselip kesedihan karena orang yang paling ingin ia ajak berbagi kebahagiaan sudah tak berada di dunia yang sama.
Piala Presiden mungkin hanya berstatus turnamen pramusim. Namun bagi Rian, keberhasilan ini jelas memiliki nilai yang jauh lebih personal dan mungkin ada rasa bahagia yang berbeda dibanding ketika ia memenangkan dua gelar liga bersama Maung Bandung.
Sebab, yang ia raih bersama Persebaya kali ini bukan sekadar sebuah piala. Ada kota kelahirannya, tempat ia tumbuh, warisan sang ayah, hingga janji yang pernah ia ucapkan kepada sosok yang telah mengenalkannya kepada sepak bola.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ayah inget gak? Kita punya mimpi yang sama dan hanya kita berdua yang tahu apa mimpi itu. Sekarang aku sendiri ayah. Aku akan wujudkan mimpi itu sampai aku mendapatkannya," ucap Irianto pada 27 Februari 2025, dua hari setelah ayahnya meninggal dunia.
Setahun lebih setelah kalimat itu terucap, satu bagian dari janji-janjinya terwujud.
Persebaya juara Piala Presiden untuk pertama kalinya sejak turnamen pramusim ini digelar pada 2015. Rian menjadi bagian penting tim setelah ia memutuskan kembali membela kota kelahirannya pada musim lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Persebaya menjadi tim kelima yang berhasil memenangkan Piala Presiden setelah Persib (2015), Arema (2017, 2019, 2022, 2024), Persija (2018), dan Port FC (2025). Ini juga menjadi obat kekecewaan mereka setelah pada 2019 sempat menembus final, namun dikalahkan Arema dengan agregat 2-4.
Di pertandingan itu, Irianto menjadi starter dan mencetak satu assist untuk gol Ramadhan Sananta pada menit ke-20. Empat menit kemudian, Persib menyamakan kedudukan melalui Patricio Matricardi.
Laga berlangsung sengit hingga kemudian ditentukan lewat adu penalti. Di babak ini, eksekusi presisi dan keras dari Gledson tak sanggup ditepis Fitrah Maulana. Persebaya pun menang dengan skor penalti 6-5.
Awal menuju perayaan seabad
Kata-kata pertama yang diucapkan pelatih Persebaya Bernardo Tavares pada jumpa pers setelah pertandingan tak ditujukan kepada timnya, melainkan kepada tim lawan.
Ia "respect" kepada lawan yang telah memberikan perlawanan sengit hingga akhir, meski mereka bermain 10 pemain pada menit ke-112 setelah Mariano Peralta terkena kartu merah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!