UMKM Butuh Proteksi dan Kepastian Usaha
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 03:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiKepala Riset Center for Indonesian Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai pemerintah perlu lebih realistis dalam menetapkan target penerimaan pajak di tengah kondisi daya beli masyarakat dan dunia usaha yang belum sepenuhnya pulih.
"Kalau Anda gunakan data ILO, rata-rata penghasilan pekerja di Indonesia menjadi yang paling rendah di Asean. Wajar kalau tax ratio menjadi salah satu yang paling rendah se-Asean," kata Fajry.
Menurutnya, target penerimaan pajak yang terlalu tinggi berpotensi mendorong pengawasan yang semakin agresif terhadap wajib pajak, termasuk pelaku UMKM.
Ia menyarankan agar pengawasan lebih difokuskan kepada sektor-sektor yang memperoleh manfaat langsung dari belanja pemerintah.
"Apa yang mendorong ekonomi pada semester I? Lebih banyak karena government spending. Siapa yang menikmati government spending? Para pengusaha SPPG dan yang terkait. Itu yang harus dikejar-kejar pajaknya," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!