Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangarango Diperpanjang, TNGGP Imbau Pendaki 'Refund' Tiket Lewat WhatsApp

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 20:30 WIB | Oleh:
Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangarango Diperpanjang, TNGGP Imbau Pendaki 'Refund' Tiket Lewat WhatsApp Doc: ANTARA/Ahmad Fikri.
Ket. Pintu masuk pendakian Gunung Gede Pangrango di kawasan wisata Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

CIANJUR, JAWA BARAT - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangarango memperpanjang penutupan pendakian hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan guna pemulihan ekosistem setelah kebakaran melanda alun-alun Suryakancan dan kawah Wadon.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni di Cianjur, Selasa (1/9), mengatakan hal tersebut juga untuk mencegah kebakaran hutan selama musim kemarau panjang yang masih melanda, berdasarkan SE Kepala Balai Besar TNGGP nomor 21 tahun 2026.

Penutupan dilakukan guna menjamin keselamatan para pendaki meski kebakaran di alun-alun Suryakancana dan Kawah Wadon sudah padam, namun potensi kebakaran masih ada seiring puncak musim kemarau panjang.

"Musim kemarau membuat rumput dan pohon di kawasan taman nasional, terutama di puncak dekat kawah mengering, sehingga mudah terbakar dan dapat memicu terjadinya kebakaran akibat faktor alam dan kelalaian," katanya.

Pendakian ditutup hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan karena selama musim kemarau panjang berbagai kemungkinan dapat terjadi, sehingga pemantauan dan antisipasi terus dilakukan.

Pendaki yang sudah melakukan pemesanan atau pendaftaran secara online untuk naik pada 1 September 2026 dapat mengajukan pengembalian atau refund melalui WhatsApp resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

"Para pendaki yang sudah mendaftar sejak tanggal 1 September dapat mengajukan pengembalian uang atau menjadwal ulang melalui aplikasi Simaksi TNGGP atau nomor WhatApp resmi," katanya.

Pihaknya menempatkan petugas di setiap jalur dan pintu masuk pendakian guna mencegah pendaki ilegal melakukan pendakian selama penutupan diberlakukan, termasuk melibatkan masyarakat guna melakukan pengawasan dan pelaporan.

Sanksi tegas akan diberikan ketika kedapatan pendaki yang memaksa naik secara ilegal selama penutupan, mulai dari saksi adminstrasi hingga larangan mendaki di seluruh taman nasional.

"Selain petugas kami melibatkan masyarakat di kaki gunung untuk melakukan pengawasan dan pelaporan ketika mendapati pendaki ilegal selama penutupan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Menteri Pertanian Puji SGC yang Sudah Banyak Berbuat untuk Negara.

Menteri Pertanian Puji SGC yang Sudah Banyak Berbuat untuk Negara.

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.