Warga Harus Diutamakan Mendapat Manfaat dari Pengembangan Wisata
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:43 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Yang utama dalam setiap pengembangan wisata, warga harus mendapat manfaat. “Itu yang pertama harus dipikirkan,” tutur Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno.
Dia menyatakan ini saatberkunjung ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jumat (25/9). Dalam kunjungan tersebut, Wagub Rano meninjau keramba budidaya ikan kerapu dan bawal bintang, fasilitas pendidikan vokasi SMK Negeri 61 Jakarta, serta lokasi kreasi mural publik sebagai bagian dari pengembangan potensi wisata dan ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut Wagub Rano, pengembangan pariwisata Pulau Tidung perlu memberi manfaat langsung kepada warga melalui penguatan ekonomi kreatif, sekaligus tetap menjaga ekosistem pesisir.
“Pariwisata harus berjalan seiring dengan konservasi. Karena itu, kegiatan ini dibarengi Gerakan Jaga Jakarta berupa pilah sampah, pelepasan ikan bawal bintang, dan penanaman mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir,” ujarnya.
Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah Wall of Jakarta 2026 sebagai bagian dari peringatan World Tourism Day. Kreasi mural di ruang publik tersebut mengangkat cerita masyarakat pesisir, biota laut, serta pesan pelestarian lingkungan.
“Wall of Jakarta 2026 menjadi bagian dari peringatan World Tourism Day sekaligus upaya menghidupkan ruang publik Pulau Tidung melalui seni. Mural tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mengangkat cerita masyarakat pesisir, biota laut, dan pesan lingkungan,” kata Wagub Rano.
Pemprov juga melibatkan warga dalam sejumlah pelatihan keterampilan untuk membuka peluang usaha baru, mulai dari pengolahan kuliner berbahan sukun dan Kopi Tidung, nail art bertema biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop.
“Yang penting, warga lokal dilibatkan langsung. Ada pelatihan kuliner sukun dan kopi Tidung, nail art biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop untuk membuka peluang ekonomi kreatif baru,” tutur Wagub Rano.
Selain pelatihan, pasar kreatif disiapkan sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menjual produk kuliner dan kerajinan langsung kepada wisatawan.
“Pasar kreatif juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal untuk memasarkan kuliner khas dan kerajinan langsung kepada wisatawan, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada aspek seni, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga,” jelasnya.
Wagub Rano berharap rangkaian kegiatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi Pulau Tidung, mulai dari usaha homestay, transportasi laut, hingga penjualan produk lokal.
“Dampaknya diharapkan nyata bagi ekonomi Pulau Tidung, mulai dari meningkatnya okupansi homestay, jasa transportasi laut, lama tinggal dan belanja wisatawan, hingga pendapatan pelaku usaha lokal. Saya juga mengapresiasi seniman, OPD, Pemkab Kepulauan Seribu, dan seluruh warga yang terlibat,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!