Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangka Tengah Mempersiapkan Mitigasi Karhutla di Lahan Gambut

8 Jumat, 25 Sep 2026, 17:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangka Tengah Mempersiapkan Mitigasi Karhutla di Lahan Gambut Bangka Tengah Mempersiapkan Mitigasi Karhutla di Lahan Gambut Doc: Antara
Ket. Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.

Koba, Babel - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Jumat, mengatakan langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri dan pihak perusahaan.

"Rapat koordinasi ini merupakan bagian langkah memitigasi dan mengantisipasi karhutla, terutama di lahan bergambut yang berisiko meluas hingga ke beberapa perusahaan swasta," ujarnya.

Pemkab Bangka Tengah menyarankan perusahaan pemegang izin usaha perkebunan (IUP) melakukan konstruksi atau penataan lahan sebagai langkah antisipasi penyebaran api.

Menurut dia, penataan tersebut dapat membentuk batas berupa bandar yang berfungsi menghambat pergerakan api sehingga kebakaran tidak meluas ke areal perkebunan dan lahan lainnya.

Algafry mengatakan kondisi lahan bergambut juga membutuhkan ketersediaan sumber air yang dekat dengan lokasi rawan kebakaran untuk mempercepat penanganan apabila terjadi karhutla.

"Dalam jangka pendek, kami menyarankan pihak perusahaan ataupun warga yang memiliki kebun sawit dapat membangun embung sebagai sumber air yang lebih dekat dengan titik api," katanya.

Langkah mitigasi tersebut dinilai penting karena kebakaran di lahan bergambut membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah api menjalar ke areal yang lebih luas.

Pemkab Bangka Tengah juga mendorong perusahaan dan masyarakat yang mengelola lahan di kawasan rawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat kondisi lahan kering.

Kesiapan sarana pendukung seperti sekat atau bandar serta embung di sekitar lokasi menjadi bagian penting untuk mempercepat upaya pengendalian ketika muncul titik api.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah daerah berharap pencegahan dapat dilakukan sejak awal sehingga potensi karhutla tidak berkembang menjadi kebakaran yang berdampak lebih luas.

"Langkah ini dapat memperkuat kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla, terutama di kawasan bergambut yang memiliki risiko penyebaran api lebih luas," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.