Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ESDM Mulai Cari Jalan Keluar dari Ketergantungan LPG 3 Kg, Ada Apa?

6 Jumat, 25 Sep 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
ESDM Mulai Cari Jalan Keluar dari Ketergantungan LPG 3 Kg, Ada Apa? ESDM Mulai Cari Jalan Keluar dari Ketergantungan LPG 3 Kg, Ada Apa? Doc: ANTARA/ HO-Diskominfo Probolinggo
Ket. Ilustrasi-Pekerja menata elpiji di salah satu agen di Kabupaten Probolinggo.

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan alternatif untuk mengurangi konsumsi LPG 3 kg, antara lain dengan pemakaian CNG 3 kg, kompor listrik, hingga pembangunan jaringan gas (jargas) dan pipa transmisi.

“Nanti tahun depan kan sudah mulai ada ini juga kan, CNG dan seterusnya,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (25/9).

Pernyataan tersebut terkait dengan volume tabung LPG 3 kg yang disepakati dalam Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sebesar 8 juta metrik ton, lebih rendah dari yang semula diusulkan sebesar 8,9 juta metrik ton.

Erani menyampaikan kesepakatan tersebut sekaligus menjadi tugas bagi pemerintah untuk membangun keseimbangan antara mengurangi ketergantungan impor LPG dengan menjaga pasokan di dalam negeri, termasuk menciptakan stabilitas harga.

“Nah itu, sementara untuk tahun depan, kesepakatan antara pemerintah dan DPR untuk LPG itu 8 juta (metrik ton),” kata Erani.

Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG 3 kg untuk tahun 2026 sebesar 8,6 juta ton, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kuota yang ditetapkan di dalam APBN 2026, yakni 8 juta ton.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memaparkan bahwa realisasi penyaluran LPG 3 kg sampai dengan Juli 2026 sebesar 5,05 juta ton dari kuota sebesar 8 juta ton.

Ia memproyeksikan hingga akhir 2026, penyaluran LPG 3 kg akan mencapai 8,677 juta ton atau 108,46 persen dari kuota. Dia juga menyampaikan untuk tahun 2027, proyeksi konsumsi LPG 3 kg bisa lebih tinggi daripada tahun 2026.

Sementara itu, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Volume LPG 3 kg atau LPG bersubsidi yang disepakati antara pemerintah dengan DPR untuk APBN 2027 tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan volume LPG 3 kg pada APBN 2026, yakni 8 juta metrik ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.