Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Delegasi Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Akan Pidato di PBB

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 05:23 WIB | Oleh:
Delegasi Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Akan Pidato di PBB Doc: antara foto
Ket. Delegasi Indonesia walk out

NEW YORK - Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out dari aula Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9) waktu setempat, pada saat pentolan rezim zionis Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato.

Sebagaimana rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap RI di New York, diterima di Jakarta, Jumat (25/9) pagi, para diplomat Indonesia yang sebelumnya duduk di aulia sidang tampak bergegas meninggalkan kursi mereka saat Netanyahu dipersilakan naik ke mimbar untuk menyampaikan pernyataan nasional.

Selain Indonesia, tampak pula diplomat dari berbagai negara lain berduyun-duyun meninggalkan kursi mereka dan keluar ruangan sebagai bentuk protes kepada pemimpin rezim zionis Israel itu.

Suasana di dalam aula Majelis Umum PBB menjadi riuh saat para delegasi meninggalkan kursi mereka dan keluar ruangan. Suasana itu juga membuat pemimpin sidang mengetuk palu untuk meminta para delegasi menjaga ketertiban.

Antrean keluar bahkan sampai terbentuk karena banyak para delegasi yang melakukan aksi walk out.

Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.

“Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,” kata Netanyahu meledek para peserta sidang, sebagaimana disiarkan UN Web TV.

Adapun menurut laporan Jerusalem Post, dikutip Sputnik, Netanyahu hanya akan menghabiskan waktu selama enam jam di Amerika Serikat untuk hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Dia juga tidak akan bertemu Presiden AS Donald Trump ataupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Kehadiran Netanyahu dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2026 dilakukan saat kecaman internasional terus meluas terhadap kejahatan rezim Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina, serta pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang mengakibatkan eskalasi di kawasan.

Terlebih lagi, surat perintah penangkapan Netanyahu yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 masih berlaku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Kemenkeu Minta NTB Perluas ...
Nasional
KRI Sriwijaya-100 Resmi Dir...
Daerah
Pemkab Bogor Mulai Aktivasi...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.