Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Pendaki Waspadai Kebakaran di Gunung Rinjani

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 11:58 WIB | Oleh:
Para Pendaki Waspadai Kebakaran di Gunung Rinjani Doc: ist
Ket. kebakaran meluas

MATARAM – Para pendaki diimbau tidak naik ke Gunung Rinjani karena kebakaran meluas. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat hasil perhitungan dan pemantauan sementara hingga 24 September 2026, luas areal terdampak kebakaran di kawasan Gunung Rinjani diperkirakan sekitar 589,23 hektare.

"Luas area kawasan yang terbakar mencapai 589,23 hektare," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiarsito di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan vegetasi yang terbakar didominasi oleh rumput, ilalang, semak, dan vegetasi bawah lainnya.

"Luas tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan lapangan, pemetaan udara, serta verifikasi lebih lanjut terhadap batas areal terdampak," ujarnya.

Ia mengatakan pelaksanaan pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain kecepatan angin yang cukup tinggi, vegetasi yang kering dan mudah terbakar, lokasi kebakaran yang jauh dan sulit dijangkau, serta medan yang terjal dan berbatu tebing.

"Waktu tempuh menuju lokasi kebakaran diperkirakan sekitar 8 jam perjalanan. Kondisi cuaca berupa kabut dan angin juga turut mempengaruhi efektivitas pelaksanaan pemadaman di lapangan," ujarnya.

Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk penentuan waktu, jalur, serta metode pemadaman yang digunakan.

Ia mengatakan sebagai bagian dari langkah pengamanan dan untuk mendukung kelancaran penanganan kebakaran, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah melakukan penutupan sementara jalur pendakian Torean sejak 23 September 2026.

"Penutupan tersebut dilakukan untuk mengutamakan keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi tim di lapangan untuk melakukan pemadaman, pemantauan, dan pengendalian kebakaran secara optimal," katanya.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Bukit Setampol dan sekitarnya, Resor Torean, Kabupaten Lombok Utara.

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 18.50 Wita pada lokasi dengan koordinat 116°25'30.194" BT dan 8°21'49.368" LS.

Pada saat yang sama, dilakukan patroli dan pemantauan melalui jalur pendakian Senaru, dengan lokasi pemantauan di Pos 3 Senaru dan telah menyelesaikan pemantauan serta turun dari lokasi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan serta tidak mendekati lokasi kebakaran," katanya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Delapan Kabupaten Berikut M...
Olahraga
FIFA Asean Cup, Polisi Mula...

Penataan pedestrian Kota Bekasi

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Penataan pedestrian Kota Be...
Daerah
Kasus Korupsi Perjalanan Di...
Ekonomi
Peningkatan produksi bahan ...
Luar Negeri
Banyak Wisatawan Tiongkok P...
Daerah
Pemakaman ABK Arupadhatu 1 ...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.