Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Darurat Kekeringan Diperpanjang untuk Kasus Bangkalan

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 12:16 WIB | Oleh:
Darurat Kekeringan Diperpanjang untuk Kasus Bangkalan Doc: ist
Ket. kekeringan

BANGKALAN – Belum turunnya hujan membuat kekeringan terus meluas, termasuk di bangkalan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, memperpanjang status darurat kekeringan yang semula berakhir pada 30 September menjadi hingga akhir November 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja di Bangkalan, Jumat mengatakan, perpanjangan status darurat kekeringan berdasarkan pemberitahuan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Dalam pemberitahuan itu menyebutkan bahwa, kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Madura, masih akan berlangsung hingga November 2026, sehingga kekeringan di wilayah terdampak tetap akan berlangsung," katanya.

Karena itu, BPBD Pemkab Bangkalan langsung memperpanjang status darurat kekeringan sembari mempersiapkan bantuan lanjutan ke desa-desa terdampak kekeringan di Kabupaten Bangkalan.

Arif menjelaskan, pada musim kemarau kali ini, BPBD Pemkab Bangkalan menyediakan bantuan air bersih sebanyak 300.000 liter untuk membantu warga terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih.

"Bantuan ini sudah kami salurkan, dan per hari ini sudah habis. Oleh karena itu, kami mengajukan kembali bantuan ke Pemprov Jatim untuk membantu warga yang kesulitan air bersih," katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja lebih lanjut menjelaskan, jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih juga bertambah.

"Sebelumnya jumlah desa terdampak kekeringan di Bangkalan ini sebanyak 34, dan kini menjadi 44. Ada tambahan 10 desa terdampak kekeringan," katanya.

Ia menjelaskan ke-44 desa itu tersebar di 10 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Blega, Arosbaya, Sepulu, Kokop, Tanah Merah, Konang, Galis, Geger, Kwanyar, dan Kecamatan Klampis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Para Pendaki Waspadai Kebakaran di Gunung Rinjani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Para Pendaki Waspadai Kebak...

Gunung Papandayan aktif, Pendaki Diimbau tak Naik

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Papandayan aktif, Pe...
Olahraga
FIFA Asean Cup, Polisi Mula...

Penataan pedestrian Kota Bekasi

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Penataan pedestrian Kota Be...
Daerah
Kasus Korupsi Perjalanan Di...

Peningkatan produksi bahan baku bioetanol

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Peningkatan produksi bahan ...
Luar Negeri
Banyak Wisatawan Tiongkok P...
Luar Negeri
Hubungan Donald Trump dan X...

Pemakaman ABK Arupadhatu 1 di Pandeglang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemakaman ABK Arupadhatu 1 ...
Daerah
Peternak Tak Boleh Kekurang...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.