Perpusnas Tetapkan Sejarah Besuki di Situbondo sebagai Ingatan Kolektif Nasional
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 05:55 WIB | Oleh: SriyonoSITUBONDO - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menetapkan Sejarah Besuki di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim), sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) tahun 2026.
Dalam keterangannya diterima di Situbondo, Kamis (24/9) malam, penetapan Babad Besuki sebagai Ingatan Kolektif Nasional itu dihadiri langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengemukakan pengakuan itu merupakan penghargaan bagi masyarakat Situbondo, khususnya warga Kecamatan Besuki.
"Dengan bangga saya menjemput sebuah penghargaan kepada masyarakat Situbondo, masyarakat Besuki yang saya cintai," katanya.
Menurut Rio, Babad Besuki kini tidak hanya menjadi warisan sejarah daerah, dan status sebagai Ingatan Kolektif Nasional membuat keberadaan naskah tersebut menjadi bagian dari memori kolektif bangsa.
Penetapan Babad Besuki sebagai Ingatan Kolektif Nasional oleh Perpusnas RI, kata Rio, harus menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan Besuki Raya (wilayah barat Situbondo).
Dia mengungkapkan bahwa sejarah tidak cukup hanya disimpan sebagai catatan masa lalu, tetapi dapat menjadi pijakan untuk membangun masa depan kawasan.
"Mudah-mudahan ini menjadi sebuah lompatan sejarah, di mana kami sedang serius-seriusnya membangun Besuki," katanya.
Bupati mengatakan posisi Besuki dalam sejarah Kabupaten Situbondo merupakan sebagai bagian penting dari perjalanan lahirnya Situbondo.
"Besuki ini adalah rahim dari Kabupaten Situbondo, dan Babad Besuki mengantarkan kami pada cerita kejayaan di masa lalu," ujar Rio.
Babad Besuki merupakan naskah kuno yang merekam perjalanan sejarah kawasan Besuki Raya. Naskah tersebut menjadi sumber penting dalam menelusuri jejak masa lalu Besuki, termasuk tokoh dan berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan kawasan tersebut.
Penetapan Babad Besuki sebagai IKON 2026 diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah lokal, sekaligus mendorong pelestarian naskah-naskah kuno sebagai warisan budaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!