Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Menguat, Investor Tahan Napas Tunggu Data Tenaga Kerja AS

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 18:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menguat, Investor Tahan Napas Tunggu Data Tenaga Kerja AS Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi-Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), mencerminkan masih adanya optimisme terhadap aset berisiko meski ketidakpastian global belum mereda.

Penguatan indeks menunjukkan investor mulai melakukan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat sembari menunggu petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Data tenaga kerja AS akan menjadi indikator penting karena berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap waktu dan besaran pelonggaran moneter, yang pada akhirnya turut menentukan arah arus modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selama data tersebut tidak memicu lonjakan ekspektasi suku bunga, ruang penguatan IHSG dinilai masih terbuka, meski volatilitas jangka pendek diperkirakan tetap tinggi.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/8) sore, ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04 persen ke posisi 6.409,65 di tengah pelaku pasar menantikan rilisnya data Non-Farm Payroll (NFP) atau ketenagakerjaan AS.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,43 poin atau 1,49 persen ke posisi 640,29.

"Bursa regional Asia cenderung bergerak beragam jelang akhir pekan ini yang terbebani kondisi terakhir di Timur Tengah, dan penantian rilis data pekerja AS yang merupakan salah satu indikator untuk kebijakan moneter The Fed,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi. Harga minyak naik menyusul laporan serangan Iran di Selat Hormuz dan kurangnya kejelasan mengenai kesepakatan untuk membuka kembali jalur penting tersebut.

Iran berupaya membatasi kapal-kapal AS dan Israel menggunakan jalur tersebut sambil menuntut kompensasi dari negara-negara yang dianggapnya bermusuhan, sehingga membuat keraguan pelaku pasar akan kepastian upaya untuk sepenuhnya membuka kembali jalur di Selat Hormuz.

"Hal ini tentunya membuatkan harga minyak dunia dan ketegangan yang kembali memicu kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga ke depannya,” ujar Nico.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis laporan data Non-Farm Payroll (NFP) AS bulan Juli 2026 pada Jumat (07/08) waktu AS, yang sangat dinantikan untuk mendapatkan sinyal baru tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan prospek kebijakan moneter The Fed,

Para pejabat The Fed semakin mengisyaratkan bahwa mereka siap untuk menaikkan suku bunga segera di tengah meningkatnya tekanan inflasi, dengan pasar memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada September 2026.

Mengutip dari Financial Times, Ketua The Fed Kevin Warsh bersedia menaikkan suku bunga bulan depan, jika angka inflasi dalam beberapa pekan mendatang tetap tinggi. Ketua The Fed Kevin Warsh juga diperkirakan akan mempertahankan gaya komunikasinya yang sederhana meskipun mendapat kritik dari pasar keuangan.

Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia bulan Juli 2026 tercatat sebesar 145,3 miliar dolar AS, dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 sebesar 145,6 miliar dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival

Wali Kota Bogor: Pasar Merdeka Siap Beroperasi

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor: Pasar Merd...
Megapolitan
Pemkot Bogor Perkuat  Sine...
Wisata
Wamena Punya Potensi Besar ...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.