Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buka Kesempatan Kerja, 12.957 Pelamar Ikuti Rekrutmen Penjaga Jalan Lintasan Kereta Api

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 19:07 WIB | Oleh:
Buka Kesempatan Kerja, 12.957 Pelamar Ikuti Rekrutmen Penjaga Jalan Lintasan Kereta Api Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi - Penjaga Jalan Lintasan.

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melanjutkan penguatan keselamatan perlintasan sebidang melalui pemenuhan kebutuhan Penjaga Jalan Lintasan (PJL), penataan akses, serta penutupan titik yang berdasarkan evaluasi memiliki risiko keselamatan. Program tersebut sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di berbagai wilayah operasi KAI.

Proses rekrutmen PJL mendapat respons besar dari masyarakat. Sebanyak 12.957 pelamar mengikuti proses seleksi untuk kebutuhan tahap I sebanyak 748 PJL. Saat ini proses seleksi masih berlangsung sehingga jumlah tersebut merupakan kebutuhan personel pada tahap pertama, belum merupakan jumlah pelamar yang dinyatakan diterima.

PJL yang nantinya dinyatakan lolos seluruh tahapan akan memperkuat 2.126 petugas penjaga perlintasan yang saat ini telah menjalankan tugas di lapangan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penguatan PJL merupakan bagian dari strategi keselamatan yang sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berperan langsung dalam pelayanan transportasi publik.

“Sebanyak 12.957 pelamar mengikuti proses rekrutmen untuk kebutuhan 748 PJL pada tahap pertama. Proses seleksi masih berjalan. Bagi KAI, setiap petugas yang nantinya bertugas memegang tanggung jawab penting karena berada langsung pada titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat,” ujar Anne.

Menurut Anne, kebutuhan jumlah petugas tidak dapat disamakan secara langsung dengan jumlah perlintasan. Satu titik perlintasan dapat membutuhkan lebih dari satu PJL karena penjagaan dilakukan secara bergantian melalui sistem shift, menyesuaikan jam pelayanan serta karakter operasional masing-masing lokasi.

“PJL bekerja bergantian. Ketika satu petugas menyelesaikan jam tugasnya, petugas pada shift berikutnya melanjutkan penjagaan. Karena itu, satu titik dapat membutuhkan beberapa petugas agar fungsi keselamatan tetap berjalan selama waktu pelayanan perlintasan,” kata Anne.

Berdasarkan pemetaan KAI, terdapat 3.888 perlintasan sebidang di wilayah operasional perusahaan. Dari jumlah tersebut, 2.112 titik atau sekitar 54 persen berstatus dijaga, sedangkan 1.776 titik atau sekitar 46 persen berstatus tidak dijaga.

Jika dilihat dari status perlintasannya, sebanyak 2.799 titik atau sekitar 72 persen merupakan perlintasan resmi, sedangkan 1.089 titik atau sekitar 28 persen masuk kategori perlintasan liar. Selain itu, KAI memetakan 564 perpotongan tidak sebidang, antara lain berupa underpass dan flyover.

Anne mengatakan angka tersebut menunjukkan bahwa penguatan keselamatan perlu dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi setiap lokasi. Penanganannya dapat berupa penjagaan, peningkatan fasilitas keselamatan, penataan akses masyarakat, maupun penutupan perlintasan berdasarkan hasil evaluasi.

Program penutupan perlintasan juga terus berjalan. Target penutupan 172 perlintasan prioritas telah selesai dilaksanakan. Setelah target tersebut tercapai, proses penutupan tetap dilanjutkan pada titik lain yang berdasarkan evaluasi memerlukan penanganan. Dengan demikian, realisasi penutupan telah melampaui target awal 172 titik.

“Target 172 perlintasan prioritas telah kami selesaikan dan penanganan terus dilanjutkan. Ketika hasil evaluasi menunjukkan sebuah titik memiliki risiko keselamatan dan tersedia alternatif akses yang lebih aman, KAI bersama pemerintah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait akan melanjutkan penataannya,” ujar Anne.

Keberadaan 1.089 perlintasan kategori liar juga menjadi perhatian dalam proses tersebut. Penanganannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat risiko, kondisi jalan, aktivitas masyarakat di sekitar jalur, perjalanan kereta api, hingga keberadaan akses alternatif.

“Setiap lokasi memiliki karakter yang berbeda. Ada titik yang perlu diperkuat penjagaannya, ada yang membutuhkan penataan akses, dan ada yang perlu ditutup. Keputusan dilakukan berdasarkan evaluasi lapangan agar keselamatan meningkat sekaligus kebutuhan akses masyarakat tetap diperhatikan,” kata Anne.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Megapolitan
Wali Kota Bogor Laporkan Se...

Wali Kota Bogor: Pasar Merdeka Siap Beroperasi

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor: Pasar Merd...
Megapolitan
Pemkot Bogor Perkuat  Sine...
Wisata
Wamena Punya Potensi Besar ...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.