Misi Rahasia di Biak: AS Lacak Prajurit yang yang Hilang
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 03:44 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBIAK – Delapan dekade setelah Pertempuran Biak menjadi salah satu pertempuran paling sengit di kawasan Pasifik pada Perang Dunia II, Amerika Serikat kembali mengirim tim ke pulau tersebut. Namun kali ini bukan untuk operasi militer, melainkan menjalankan misi kemanusiaan guna mencari jejak prajurit Amerika yang hilang sejak tahun 1944.
Misi tersebut dipimpin oleh Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), lembaga di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang bertugas menemukan dan mengidentifikasi personel militer AS yang hilang atau menjadi tawanan perang. Kunjungan berlangsung pada 20–23 Juli 2026 bersama Kantor Atase Pertahanan Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Dari laman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (DPAA), kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Indonesia dan Amerika Serikat pada April 2026. Melalui kerja sama tersebut, kedua negara sepakat memperluas pencarian artefak sejarah dan kemungkinan jenazah personel militer AS yang masih berada di wilayah Indonesia sejak Perang Dunia II.
Selama berada di Biak, delegasi AS bertemu Panglima Komando Operasi Udara III TNI AU, Marsda TNI Azhar Aditama. Dalam pertemuan itu, DPAA menyerahkan surat penghargaan dan plakat sebagai bentuk apresiasi atas dukungan TNI dalam proses penyerahan artefak bersejarah serta dugaan jenazah warga negara Amerika yang ditemukan di Indonesia.
Wakil Direktur DPAA kawasan Indo-Pasifik, Letkol Korps Marinir AS Jeremy Smith, mengatakan keberhasilan misi pencarian tidak lepas dari dukungan Pemerintah Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
> "Kemitraan kami dengan Indonesia menjadi fondasi utama keberhasilan misi kemanusiaan ini. Kami sangat menghargai dukungan yang telah diberikan," ujarnya.
Selain melakukan pertemuan resmi, tim sejarawan DPAA menyusuri sejumlah lokasi yang diyakini berkaitan dengan Pertempuran Biak tahun 1944. Mereka mewawancarai para tetua adat, mengumpulkan sejarah lisan masyarakat, serta melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi lokasi yang berpotensi menyimpan artefak maupun sisa-sisa prajurit yang belum ditemukan.
Tim juga menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat. Mereka mengunjungi sekolah di Desa Parai, memberikan penjelasan mengenai sejarah Pertempuran Biak dan misi DPAA, sekaligus membagikan bola dan permen kepada anak-anak setempat. Delegasi AS juga berziarah ke monumen Perang Dunia II sebagai bentuk penghormatan kepada para korban perang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Misi tersebut memiliki makna yang sangat pribadi bagi Letkol Jeremy Smith. Ia mengungkapkan bahwa paman buyutnya, Sersan Teknis Henry "Buddy" Daugherty, tewas ketika pesawat angkut C-47 yang ditumpanginya jatuh di Biak pada 27 September 1944.
"Berdiri di lokasi tempat paman buyut saya gugur 82 tahun lalu bukan hanya sebagai seorang Marinir, tetapi juga sebagai anggota keluarga yang datang memberikan penghormatan, adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya," kata Smith.
Ia menegaskan, salah satu prinsip utama DPAA adalah memastikan tidak ada prajurit Amerika yang dilupakan, sekalipun telah puluhan tahun berlalu.
Pertempuran Biak sendiri merupakan salah satu operasi terbesar Sekutu di Pasifik pada 1944. Pulau ini menjadi sasaran penting karena memiliki lapangan udara strategis yang dibutuhkan untuk mendukung operasi militer menuju Filipina. Ribuan tentara dari kedua belah pihak gugur dalam pertempuran tersebut, dan hingga kini masih diyakini ada personel yang belum berhasil ditemukan maupun diidentifikasi.
Pemerintah Amerika Serikat menyebut misi di Biak menjadi awal dari kerja sama jangka panjang dengan Indonesia dalam bidang kemanusiaan dan pelestarian sejarah, sekaligus memperkuat hubungan pertahanan kedua negara melalui upaya pencarian para prajurit yang belum kembali ke tanah air.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!