Negara-Negara Kecil Bisa Jadi Penentu Nasib Infantino di Tengah Krisis Kepemimpinan FIFA
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 00:06 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBek Brian Kaltak, yang menjadi pemain profesional pertama dari Vanuatu, menilai kepemimpinan Infantino telah membawa perubahan besar bagi negara-negara berkembang.
"Pertama-tama, dia memberikan kesempatan kepada presiden federasi kami untuk menjadi bagian dari FIFA. Melalui berbagai proyek pengembangan, dia berusaha memajukan sepak bola, bukan hanya di Vanuatu tetapi juga di banyak negara berkembang," ujar Kaltak.
Menurut pemain yang kini membela klub Australia Perth Glory itu, kebijakan Infantino juga membuka peluang lebih besar bagi negara-negara kecil untuk berkembang dan tampil di level internasional.
Di sisi lain, para pengkritik menilai skema pendanaan FIFA juga menciptakan hubungan politik yang menguntungkan petahana.
Mereka berpendapat bahwa bantuan finansial yang mengalir ke berbagai asosiasi anggota membuat banyak negara enggan menentang kepemimpinan Presiden FIFA, sehingga menyulitkan terbentuknya koalisi yang cukup kuat untuk menggulingkan seorang petahana.
Situasi inilah yang membuat pertarungan politik di tubuh FIFA tidak hanya ditentukan oleh negara-negara elite sepak bola, tetapi juga oleh ratusan asosiasi kecil yang memiliki hak suara setara dalam menentukan masa depan organisasi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!