Ayam Ras Sumber Inflasi NTB dan Jakarta
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 17:26 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MATARAM - Daging ayam ras menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulanan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Agustus. Ayam ras juga mendominasi inflasi Jakarta selama Agustus. Hal ini diduga adanya peningkatan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan daging ayam ras memberikan andil sebesar 0,21 persen terhadap inflasi bulanan NTB selama Agustus yang mencapai 0,57 persen. "Setelah libur sekolah beberapa waktu lalu, mulai akhir Juli maupun awal Agustus sudah mulai masuk sekolah. Program Makan Bergizi Gratis sudah mulai beroperasi lagi. Jadi kebutuhan MBG terutama daging ayam ras menjadi meningkat," ujar dia di Mataram, Selasa.
Wahyudin mengatakan produksi daging ayam ras di NTB juga belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumen. Kondisi itu membuat NTB masih harus mendatangkan pasokan daging ayam ras dari luar daerah, seperti Surabaya. Selain daging ayam ras, komoditas lain yang turut memberikan andil terhadap inflasi bulanan adalah cabai rawit dan ikan layang masing-masing sebesar 0,07 persen, ikan tongkol 0,06 persen, serta telepon seluler 0,03 persen.
Laju inflasi bulanan di NTB yang mencapai 0,57 persen pada Agustus 2026 tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat hanya sebesar 0,21 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi, yakni mencapai 1,13 persen dengan andil sebesar 0,42 persen terhadap inflasi bulanan di Nusa Tenggara Barat.
Tekanan inflasi pada Agustus 2026 terjadi seluruh kelompok pengeluaran yang dihitung BPS mulai dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau hingga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. "Komoditas-komoditas pembentuk dari pengeluaran hampir semuanya mengalami kenaikan harga," kata Wahyudin.
Lebih lanjut dia menambahkan momentum Bulan Maulid turut memengaruhi permintaan sejumlah komoditas, meskipun pengaruhnya terhadap inflasi belum terlalu besar lantaran tradisi Maulid Adat baru dimulai pada 25 Agustus 2026 dan berlangsung selama sebulan ke depan. BPS NTB mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta pemerintah kabupaten/kota untuk menaruh perhatian serius terhadap gejolak harga bahan pangan agar inflasi bisa terkendali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!