Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalur Pendakian Gunung Kerinci Ditutup demi Antisipasi Karhutla

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 17:29 WIB | Oleh:
Jalur Pendakian Gunung Kerinci Ditutup demi Antisipasi Karhutla Doc: ANTARA/Agus Suprayitno.
Ket. Gunung Kerinci terlihat dari Desa Kersik Tuo Kabupaten Kerinci.

KERINCI -- Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup sementara jalur pendakian Gunung Kerinci sebagai upaya untuk mengantisipasi peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penutupan itu sekaligus menindaklanjuti pengumuman yang disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, Senin (31/8) lalu.

"TNKS akan menutup semua jalur pendakian (via Kerinci dan Solok Selatan)," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBTNKS Delfi Andra di Kerinci, Selasa.

Menurut dia, kebijakan penutupan jalur pendakian itu terhitung mulai tanggal 1 September 2026, saat ini surat pengumuman sedang dalam proses penerbitan.

"TMT 1 September 2026. Surat pengumuman sedang proses," katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ia menambahkan Balai Besar TNKS mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang ada di sekitar jalur pendakian gunung.

Utamanya yang ada di dekat taman nasional, ikut berpartisipasi menjaga lingkungan agar kawasan tersebut terhindar dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan.

"Agar terhindar dari kejadian kebakaran hutan dan lahan, kami mengajak (masyarakat) tidak melakukan kegiatan pembakaran sampah dan bahan lainnya yang berpotensi terjadinya kejadian kebakaran," ujarnya.

Menteri Kehutanan sebelumnya mengeluarkan kebijakan menutup sementara pendakian di sembilan taman nasional di Indonesia.

Sembilan taman nasional yang ditutup untuk pendakian meliputi Gunung Semeru di TN Bromo Tengger Semeru, TN Kerinci Seblat, TN Gunung Ciremai, TN Tambora, TN Manusela, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Leuser, dan TN Lorentz di jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.

Sementara itu, wisata pendakian yang dibuka terbatas, yakni TN Gunung Rinjani, TN Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro) dan TN Gunung Halimun Salak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.