Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geopolitik Memanas! PLN Tegaskan LNG Jadi 'Tulang Punggung' Listrik RI 10 Tahun ke Depan

📅 Senin, 03 Agu 2026, 12:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Geopolitik Memanas! PLN Tegaskan LNG Jadi 'Tulang Punggung' Listrik RI 10 Tahun ke Depan Doc: istimewa
Ket. Proses penggelaran pipa bawah laut dengan menggunakan kapal T1201 dengan teknologi dynamic positioning (DP) non-anchor pada proyek pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)- Pemping untuk menghubungkan pasokan gas bumi Natuna dengan kebutuhan energi domestik khususnya di Batam

BALI-Ketidakpastian geopolitik dunia menegaskan pentingnya ketahanan energi (energy security) selain energy sustainability dan affordability. LNG yang bersumber dari dalam negeri dan energi fosil paling bersih akan berperan penting untuk mendukung ketahanan energi dan energi transisi terutama untuk kelistrikan nasional.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) sekaligus Pelaksana Harian Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto, mengatakan pertumbuhan kebutuhan gas didorong oleh meningkatnya konsumsi listrik akibat ekspansi sektor industri, elektrifikasi transportasi, berkembangnya kawasan ekonomi baru, serta meningkatnya kebutuhan pusat data (data center) yang dalam lima tahun mendatang diperkirakan membutuhkan tambahan listrik sekitar 15 gigawatt.

"Permintaan listrik Indonesia akan terus meningkat. Karena itu kita membutuhkan pasokan energi yang aman, andal, dan fleksibel. Dalam konteks tersebut, gas tidak hanya berperan sebagai energi transisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional," ujar Rakhmad saat menyampaikan paparannya dalam Acara The 5th IndoPACIFIC LNG Summit 2026 di Intercontinental Resort Jimbaran, Bali jelang akhir Juli lalu.

Menurut Rakhmad, kebutuhan energi primer nasional diproyeksikan meningkat sekitar 2 persen per tahun, sedangkan permintaan listrik tumbuh lebih tinggi, yakni 4,6–5,4 persen per tahun. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan pasokan gas dan LNG yang semakin andal untuk menjaga fleksibilitas sistem tenaga listrik di tengah sekaligus mendukung peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Dalam RUPTL 2025–2034, produksi listrik nasional diproyeksikan meningkat dari 304,4 TWh menjadi 584,3 TWh. Pada saat yang sama, porsi pembangkit berbasis batu bara menurun menjadi sekitar 47 persen, sementara kontribusi energi baru terbarukan meningkat hingga 33 persen. Dalam kondisi tersebut, LNG tetap menjadi energi penyeimbang (balancing fuel) yang mampu menjaga keandalan sistem ketika pembangkit berbasis surya maupun angin mengalami fluktuasi.

PT PLN (Persero) memproyeksikan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional akan tumbuh rata-rata sekitar 4,5 persen per tahun, dari 1.748 Billion British Thermal Unit per Day_ (BBTUD) pada 2026 menjadi hampir 2.490 BBTUD pada 2034. Seiring pertumbuhan tersebut, porsi Liquefied Natural Gas (LNG) dalam pasokan gas PLN diperkirakan meningkat dari 57 persen menjadi 67 persen, mempertegas peran LNG sebagai tulang punggung keandalan sistem kelistrikan sekaligus penopang transisi energi nasional.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, PLN EPI memperkuat pengamanan pasokan melalui kontrak gas dan LNG jangka panjang bersama West Natuna Exploration Limited (WNEL), Mubadala Energy, INPEX, dan South Hub. Kerja sama tersebut mencakup pasokan gas hingga 300 BBTUD dan kontrak LNG lebih dari 49 juta ton, sehingga memberikan kepastian pasokan energi primer bagi sistem kelistrikan nasional dalam jangka panjang.

Selain mengamankan pasokan, PLN juga mempercepat pembangunan infrastruktur LNG nasional melalui pengembangan FSRU di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Cilegon, pembangunan klaster gasifikasi di Indonesia Timur, serta peningkatan kapasitas penyimpanan LNG nasional menjadi sekitar 1,2 juta meter kubik dengan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 MMSCFD. Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas distribusi LNG sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok energi di tengah dinamika geopolitik global.

"Kita tetap mendorong peningkatan energi baru dan terbarukan. Namun sistem kelistrikan juga harus tetap andal. Di sinilah gas memiliki peran strategis untuk menjaga keseimbangan antara keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan," kata Rakhmad.

Melalui penguatan kontrak pasokan jangka panjang, percepatan pembangunan infrastruktur LNG, dan diversifikasi rantai pasok energi primer, PLN terus membangun sistem energi yang semakin tangguh, fleksibel, dan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat integrasi energi baru terbarukan, serta mendukung implementasi prinsip ESG dan pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.