Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN EPI: Jangan Tergantung pada Fosil Lagi, Bioenergi Jawabannya, Kolaborasi jadi Kunci

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 21:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PLN EPI: Jangan Tergantung pada Fosil Lagi, Bioenergi Jawabannya, Kolaborasi jadi Kunci Doc: istimewa
Ket. Proses pencampuran (mixing) batubara dengan biomassa jenis sawdust (serbuk gergaji kayu) di area stockpile PLTU Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, sebagai bagian dari implementasi program cofiring biomassa untuk mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon

JAKARTA-PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat diversifikasi energi primer melalui pengembangan bioenergi sebagai salah satu strategi menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Grand Seminar ReEnergize Summit 2026: Pentahelix Talks x IETD 2026 Goes to Campus di Balai Sidang Universitas Indonesia.

 Melalui optimalisasi biomassa, biochar, compressed biomethane gas (CBG), hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, PLN EPI mendorong pemanfaatan sumber daya energi domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan Indonesia memiliki potensi bioenergi yang sangat besar. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan bagaimana membangun kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

" Source nya sebenarnya kita punya. Namun memang harus ada keberanian dari kita untuk berkolaborasi, antara PLN, mitra investasi, mitra lokal, pemerintah, regulator, akademisi, hingga dunia usaha agar pengembangan bioenergi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," ujar Hokkop.

Ia menjelaskan, sebagai Subholding PLN yang bertanggung jawab menyediakan energi primer bagi seluruh pembangkit PLN Group, PLN EPI tidak hanya memastikan keandalan pasokan batu bara dan gas, tetapi juga terus memperluas portofolio energi primer berbasis energi baru terbarukan, khususnya bioenergi.

Menurut Hokkop, PLN secara bertahap telah memulai transformasi sektor pembangkitan menuju energi yang lebih bersih. Saat ini hampir seluruh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) telah memanfaatkan biodiesel B40, sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulai mengimplementasikan biomassa sebagai bahan bakar cofiring untuk mengurangi konsumsi batu bara.

Selain biomassa, PLN EPI juga mengembangkan berbagai produk bioenergi lainnya, seperti compressed biomethane gas (CBG) yang berasal dari limbah organik dan limbah cair untuk dimanfaatkan pada pembangkit berbasis gas, biochar, Refuse Derived Fuel (RDF) dari sampah perkotaan, biofuel, hingga bioetanol sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

"Target kami adalah memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif di luar energi fosil. Saat ini kita memang sedang berada dalam masa transisi menuju energi yang lebih bersih. Karena itu, diversifikasi energi menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional," katanya.

PLN EPI mencatat Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 83,4 juta ton per tahun yang tersebar di berbagai wilayah, terutama Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Potensi tersebut berasal dari limbah perkebunan, pertanian, kehutanan, hingga sampah perkotaan yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2029, bioenergi ditargetkan menyumbang tambahan kapasitas pembangkit sebesar 0,61 gigawatt (GW) melalui program co-firing, pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm), dan biogas. Sementara itu, pengembangan energi terbarukan hingga 2034 diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp1.682 triliun, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan mempercepat transformasi sektor energi nasional.

Meski memiliki potensi besar, Hokkop menilai percepatan pengembangan energi terbarukan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kebutuhan investasi yang tinggi untuk pembangunan jaringan transmisi dan distribusi listrik. Berbeda dengan pembangkit berbasis energi fosil yang bahan bakarnya dapat didistribusikan ke berbagai lokasi, pembangkit energi terbarukan umumnya harus dibangun mendekati sumber energinya sehingga memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai.

Karena itu, menurut Hokkop, proses transisi energi harus dilaksanakan secara bertahap dengan tetap menjaga keandalan sistem kelistrikan dan keterjangkauan biaya listrik bagi masyarakat.

"Transisi energi harus menjadi solusi, bukan menjadi beban. Yang kita dorong adalah proses peralihan menuju energi yang lebih bersih secara bertahap, dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik, keterjangkauan tarif, dan daya saing ekonomi nasional. Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis bioenergi dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya sistem energi Indonesia yang berkelanjutan," tutup Hokkop.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Babel Bergerak Lindungi Ana...
Daerah
Bali Kejar Target Nol Emisi...
Megapolitan
Jangan Sampai Terjerat Pung...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.