Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF Market 2026 Buka Hingga 1 September

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF Market 2026 Buka Hingga 1 September Doc: Antara
Ket. Penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Content Market 2025 saat memproses pendaftaran ke tahapan selanjutnya di JAFF Market 2025.

Jakarta - Program Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Future Project atau JFP dan JAFF IP Connection atau JIPCon untuk penyelenggaraan 2026 saat ini tengah memasuki masa pendaftaran untuk memfasilitasi penyerahan berkas film serta kekayaan intelektual (IP) nonfilm.

Batas akhir pendaftaran program JAFF Market 2026 itu diumumkan telah dibuka sejak 31 Juli hingga 1 September 2026 melalui situs resmi jaff-market.com, seiring langkah transformasi JIPCon dari nama sebelumnya, JAFF Content Market (JCM).

Business Director JAFF Market, Sekarini Seruni, menjelaskan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, perubahan nama tersebut untuk memperjelas pintu masuk adaptasi karya di luar ekosistem perfilman.

"Banyak cerita dengan potensi layar yang kuat berada di luar jalur film. Melalui JIPCon, kami ingin membuat pintu masuknya lebih jelas dan mempertemukan pemilik IP dengan pihak yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan, membiayai, dan membawa cerita tersebut kepada penonton atau penikmat karya. Perubahan nama ini mencerminkan fokus kami pada koneksi yang menghasilkan tindak lanjut nyata," ujar Seruni.

Pendaftaran JIPCon terbuka bagi pemilik materi kreatif berupa buku, novel, komik, lagu, gim video, konten digital, hingga karya ilmiah untuk dipertemukan dengan investor dan produser internasional pada 28 sampai 30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

Bersamaan dengan itu, program JFP juga menambah kapasitas ruang pendampingan menjadi 12 film panjang dari kawasan Asia Pasifik, meningkat dari batas kuota tahun lalu yang hanya menyediakan tempat untuk 10 karya film panjang, dengan prioritas utama yang memiliki unsur Indonesia.

"Pada pelaksanaan tahun ini, penambahan 12 proyek diharapkan memberi ruang lebih banyak cerita dari Indonesia dan Asia Pasifik untuk bertemu dengan mitra yang tepat. Yang ingin kami bangun bukan hanya forum presentasi, melainkan jalur pengembangan yang berlanjut, dari pematangan proyek, pendanaan, produksi, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional, khususnya yang berpotensi namun belum tereksplorasi," kata Market Director JAFF Market, Linda Gozali.

Data riwayat program mencatat portofolio para alumnus yang melaju ke panggung global, seperti film "Pangku" karya Reza Rahadian di Cannes dan Busan International Film Festival 2025, "A Life Full of Holes" karya Loeloe Hendra Komara di Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) 2026, serta "My Mother" karya Eddie Cahyono dan "Our Son" karya Luhki Herwanayogi di Bangkok International Content Market (BICM) 2026.

Di sektor adaptasi IP nonfilm, sejumlah karya juga telah memasuki tahap pengembangan menjadi film panjang, di antaranya "Bandits of Batavia" yang diproduksi Imajinari bersama sutradara Ernest Prakasa, "Locust" oleh Aftersun Pictures bersama sutradara Sidharta Tata, serta "Tikam Samurai" oleh Bushi Bros Films bersama sutradara Cornelio Sunny.

Bagi pelaku industri yang ingin berjejaring dengan para kreator proyek terpilih tersebut, pembelian Badge Akreditasi JAFF Market 2026 untuk periode harga khusus (Early Bird) juga telah dibuka di situs resmi JAFF Market hingga batas akhir 31 Oktober 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.