Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FAO Genjot Daya Saing Mangga RI Lewat Transfer Teknologi dari Filipina

📅 Senin, 03 Agu 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
FAO Genjot Daya Saing Mangga RI Lewat Transfer Teknologi dari Filipina Doc: ANTARA/HO-FAO)
Ket. Petani mangga Indonesia mengikuti kunjungan studi selama sepekan ke Filipina, eksportir mangga terkemuka di Asia yang difasilitasi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

JAKARTA – Budi daya mangga memiliki prospek ekonomi yang besar karena didukung tingginya permintaan pasar domestik maupun peluang ekspor.

Peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul, penerapan praktik budidaya yang baik, serta pengelolaan pascapanen yang efektif dapat meningkatkan kualitas dan daya saing buah.

Namun, pengembangan sektor ini juga perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok, akses pasar, dan adaptasi terhadap perubahan iklim agar produksi lebih stabil, nilai tambah meningkat, dan pendapatan petani dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.

Terkait hal itu, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memfasilitasi petani mangga Indonesia mempelajari pengendalian hama, pengolahan pascapanen dan teknologi produksi di Filipina guna memperkuat daya saing komoditas tersebut.

Kunjungan studi berlangsung pada 27–31 Juli 2026 dengan melibatkan perwakilan kelompok tani mangga dari Majalengka, Jawa Barat, serta perwakilan Kementerian Pertanian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Mengingat kemiripan kondisi sosial-ekonomi dan iklim Indonesia serta Filipina, pertukaran pengetahuan ini menawarkan solusi praktis yang telah terbukti efektif untuk menjawab tantangan bersama,” kata Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin (3/8).

Menurut Rajendra, pertukaran pengetahuan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan solusi yang lebih hemat biaya dan tepat guna bagi petani skala kecil di kedua negara.

Dalam kunjungan itu, delegasi Indonesia mendatangi perkebunan dan fasilitas pengolahan mangga di Provinsi Guimaras, Filipina, yang menjadi daerah asal varietas mangga pertama di negara tersebut.

Petani Indonesia mempelajari praktik pengendalian hama, pengolahan hasil, pengurangan susut pascapanen, serta penyebaran teknologi yang berpotensi diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang ekspor.

Direktur Layanan Bantuan Agribisnis dan Pemasaran Departemen Pertanian Filipina Junibert E De Sagun mengatakan peningkatan produksi perlu diikuti penguatan daya saing dan perluasan akses pasar.

“Petani kita dapat memperoleh manfaat maksimal dari industri mangga hanya jika kita mampu secara konsisten menghasilkan produk yang aman dan berkualitas tinggi, mengurangi susut pascapanen, memberikan nilai tambah, serta memenuhi persyaratan pasar domestik maupun internasional,” ujar Junibert.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memproduksi sekitar tiga juta ton mangga pada 2025.

Namun, nilai ekspor mangga Indonesia pada tahun yang sama turun 37 persen menjadi 1,1 juta dolar AS atau sekitar Rp19,78 miliar sedangkan nilai impornya meningkat 27 persen menjadi 2,32 juta dolar AS atau sekitar Rp41,74 miliar.

Uni Emirat Arab, Singapura, dan Malaysia tercatat sebagai negara tujuan utama ekspor mangga Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
Koloni Bakteri dari Asap Ro...
Luar Negeri
Konflik AS-Iran Berpotensi ...

Ekonomi Global Masuk Zona Risiko

59 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Ekonomi Global Masuk Zona R...
Luar Negeri
Dunia Berpacu Mengejar Regu...

Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja

59 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Krisis Iklim Ancam Produkti...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.