FAO Genjot Daya Saing Mangga RI Lewat Transfer Teknologi dari Filipina
📅 Senin, 03 Agu 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, Filipina memproduksi sekitar 764.000 ton mangga pada 2024. Komoditas mangga menjadi buah ekspor terbesar ketiga Filipina dan menopang mata pencaharian sekitar 2,5 juta petani.
Ketua kelompok tani asal Jawa Barat Elvan Setyono mengatakan kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai pengembangan industri pengolahan mangga dalam skala besar dan dukungan pemerintah terhadap sektor tersebut.
“Saya sangat terkesan dengan industri pengolahan mangga yang luar biasa di Filipina. Kami berharap dapat melihat perkembangan serupa dalam industri mangga di Indonesia,” ungkap Elvan.
Sebelum kunjungan lapangan, FAO telah memfasilitasi pertukaran pengetahuan secara virtual selama dua bulan, yaitu pada Mei–Juni 2026 antara petani, pemerintah, dan pakar teknis dari Indonesia serta Filipina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Petani Indonesia membagikan pengalaman penerapan pengelolaan berbasis wilayah untuk mengendalikan lalat buah, sedangkan Indonesia diharapkan dapat mengadopsi praktik pengelolaan pascapanen dan irigasi dari Filipina.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya FAO memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarsesama negara berkembang untuk meningkatkan sektor pertanian dan sistem pangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!