Serangan Siber Hantam Instalasi Air Minnesota, Trump Tolak Tuding Iran - Justru Salahkan Lawan Politik
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPernyataan tersebut langsung memicu kontroversi karena bertolak belakang dengan arah penyelidikan aparat keamanan federal yang masih mendalami kemungkinan keterlibatan kelompok peretas yang berafiliasi dengan Iran.
Tak lama berselang, Gubernur Minnesota Tim Walz memberikan balasan keras melalui media sosial.
"Presiden tahu persis siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini, dan dia tahu negara bagian lain juga menjadi sasaran. Inilah bentuk peperangan modern."
Walz menilai persoalan ini tidak boleh dipolitisasi. Menurutnya, serangan tersebut merupakan ancaman terhadap infrastruktur nasional Amerika Serikat, bukan hanya terhadap Minnesota.
Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah federal yang dinilai telah melemahkan kemampuan badan keamanan siber nasional di tengah meningkatnya ancaman terhadap fasilitas publik.
Penyelidikan juga menemukan bahwa serangan serupa tidak hanya terjadi di Minnesota. Sedikitnya tujuh negara bagian lain dilaporkan mengalami pola serangan yang hampir identik. Para peretas diduga mengubah kata sandi sistem, mengganggu perangkat kendali industri, hingga menyebabkan penurunan tekanan air di beberapa fasilitas.
Para pakar keamanan siber menilai insiden ini menjadi peringatan serius bahwa sistem penyedia air masih menjadi salah satu titik paling rentan dalam infrastruktur Amerika.
Seorang pakar keamanan siber mengatakan,
"instalasi air masih menjadi sasaran empuk karena banyak yang menggunakan sistem kendali lama yang sejak awal tidak dirancang menghadapi ancaman siber modern."
Menurut para ahli, kelompok peretas tidak selalu bertujuan merusak fasilitas secara permanen. Dalam banyak kasus, mereka ingin menguji kemampuan pertahanan lawan, menciptakan kepanikan publik, atau mengirim pesan politik tanpa harus melakukan serangan militer secara langsung.
Kasus ini juga muncul ketika hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Bila nantinya keterlibatan kelompok peretas Iran berhasil dibuktikan secara resmi, serangan tersebut berpotensi dipandang sebagai bagian dari eskalasi konflik kedua negara di dunia maya.
Namun hingga saat ini, pemerintah Amerika masih berhati-hati dan belum menetapkan siapa pelaku di balik serangan tersebut.
Yang jelas, insiden di Minnesota memperlihatkan bahwa peperangan modern kini tidak selalu dilakukan dengan rudal, pesawat tempur, atau kapal perang. Dengan beberapa baris kode berbahaya, layanan publik yang menopang kehidupan jutaan orang dapat terganggu hanya dalam hitungan menit. Itulah sebabnya, serangan siber kini menjadi salah satu ancaman keamanan nasional yang paling serius bagi banyak negara di dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!