Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Ekosistem Perkeretaapian yang Berkelanjutan

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Ekosistem Perkeretaapian yang Berkelanjutan Doc: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasy
Ket. ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA

Walau menghadapi banyak tantangan, PT KAI terus berupaya memberikan layanan transportasi yang aman dan efisien untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tetap mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau biasa disingkat menjadi KAI, adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi operator utama jasa layanan transportasi perkeretaapian di Indonesia. KAI sendiri saat ini tercatat mengelola angkutan penumpang dan barang di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.

Tugas utama KAI yaitu menyediakan layanan penumpang antarkota secara langsung, sementara anak perusahaannya menyediakan bisnis usaha penunjang lainnya seperti layanan kereta komuter (KAI Commuter), layanan kereta bandara (KAI Bandara), layanan angkutan barang (KAI Logistik), serta pemeliharaan infrastruktur (KAI Services).

Tak hanya itu, KAI juga beroperasi di sektor lain seperti pengelolaan properti (KAI Properti) dan pariwisata (KAI Wisata). KAI pun memiliki kendali tidak langsung atas kereta cepat Whoosh melalui kepemilikan mayoritas saham.

Sejak 12 Agustus tahun lalu, berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management Selaku Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin ditunjuk sebagai Direktur Utama PT KAI.

Sebagai BUMN, kinerja PT KAI menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dengan mengemban misi dan visi menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia melalui penyediaan sistem transportasi yang aman, efisien, berbasis digital, dan berkembang pesat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, mengembangkan solusi transportasi massal yang terintegrasi melalui investasi dalam sumber daya manusia, infrastruktur dan teknologi, sekaligus memajukan pembangunan nasional melalui kemitraan dengan para pemangku kepentingan, termasuk memprakarsai dan melaksanakan pengembangan infrastruktur-infrastruktur penting terkait transportasi, sepanjang semester I 2025 lalu KAI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,18 triliun atau naik 8 persen dari pendapatan pada semester I tahun 2024 sebesar Rp1,10 triliun dan telah berhasil melayani ratusan juta penumpang.

Mengingat prestasinya yang luar biasa dalam menyediakan jasa layanan moda transportasi publik, wartawan Koran Jakarta, Frederikus W Sabini, merangkum pemaparan dari Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengenai langkah-langkah apa saja yang akan dan telah dilaksanakan sejauh ini dalam sejumlah kesempatan.

Berikut petikan wawancaranya.

20260730230226_antarafoto-kai-batalkan-perjalanan-82-ka-jarak-jauh-akibat-banjir-1768754541.jpg

ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA

Baru-baru ini Kemenko IPK mengungkap dimulainya integrasi strategis antara KAI dan INKA untuk memperkuat ekosistem perkeretaapian. Apa harapan Anda terkait isu ini?

Integrasi KAI dan INKA membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api Indonesia mengingat kebutuhan sarana dalam jangka panjang membutuhkan perencanaan yang semakin terhubung antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen.

Integrasi KAI dan INKA sendiri merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras.

Salah satu potensi terbesar berasal dari kebutuhan kereta rel listrik (KRL). Berdasarkan perhitungan awal KAI, kebutuhan KRL hingga 2040 diproyeksikan mencapai sekitar 156 rangkaian. Proyeksi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan bagi industri manufaktur nasional. Pemenuhannya membutuhkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, penguatan penguasaan teknologi, kepastian kualitas, serta keselarasan antara kebutuhan operator dan kemampuan produsen.

Kebutuhan sekitar 156 rangkaian KRL hingga 2040 memberikan gambaran besarnya peluang pengembangan industri ini. Angka tersebut belum mencakup kebutuhan kereta rel diesel, sarana kereta api jarak jauh, lokomotif, serta sarana untuk layanan barang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepastian Pasar Dinilai Pul...

Elon Kembali Danai Partai Republik AS

37 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Elon Kembali Danai Partai R...
Ekonomi
Bank BSN Raih Pangsa Pasar ...

Formula 1 Bersiap Tutup Musim di Eropa

51 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Bersiap Tutup Mus...
Olahraga
Arab Saudi Jadi Tuan Rumah ...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.