Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalur KRL dan KA Diminta Dipisah

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Jalur KRL dan KA Diminta Dipisah Doc: istimewa

Keselamatan Kereta

Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras mendorong percepatan pemisahan jalur operasional kereta rel listrik (KRL) dan kereta api antarkota menyusul kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat.

“Pemisahan jalur operasional harus menjadi prioritas. Penyelesaian proyek Double- Double Track (DDT) Jakarta– Cikarang tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan,” kata Andi, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Senin (11/5).

Menurut dia, kecelakaan di Bekasi Timur menunjukkan adanya tekanan sistemik pada jalur rel di wilayah perkotaan sehingga membutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian.

Ia juga mendorong evaluasi meliputi sistem keselamatan mulai dari perencanaan, pemantauan, hingga respons dalam kondisi gangguan berantai.

Menurut dia, keselamatan perkeretaapian tidak cukup hanya bergantung pada disiplin operasional harian, tetapi juga harus dilihat sebagai kemampuan sistem dalam mendeteksi, mengisolasi, dan memutus risiko sejak awal gangguan terjadi.

Selain mendorong pemisahan jalur operasional, ia juga menyoroti persoalan perlintasan sebidang yang dinilai masih menjadi titik rawan kecelakaan.

“Perlintasan sebidang harus segera dibenahi.

Persoalan seperti ini masih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ucapnya.

Sementara, pengamat transportasi, Darmaningtyas menilai keberadaan DDT sangat penting untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api, terutama di jalur padat.

Dengan adanya pemisahan jalur antara kereta lokal dan jarak jauh, perjalanan kereta dapat berlangsung lebih aman dan minim gangguan.

“Diharapkan kalau proyek Double- Double track itu selesai tidak ada gangguan lagi,” ucapnya.

Selain pemisahan jalur melalui proyek DDT, Darmaningtyas menambahkan perlunya penerapan teknologi sensor berbasis Global Positioning System (GPS) sebagai langkah penting untuk mencegah kecelakaan kereta api.

“Gunakan teknologi Intelligent Transportation System (ITS ) berbasis GPS untuk meningkatkan keselamatan operasional kereta,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.