Tenguyun Fest 2026 Digelar! Tradisi Lokal Dipertahankan, Ekonomi Warga Makin Bergeliat
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 03:13 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoTANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani mengatakan gelaran Tenguyun Fest 2026 merupakan ajang melestarikan budaya dan juga menggerakkan ekonomi lokal melalui pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Festival tahun ini tidak hanya menyajikan kemeriahan hiburan semata, tetapi juga melibatkan 30 pengusaha UMKM lokal,” ujar Bupati Bulungan Syarwani, di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu.
Tenguyun Fest 2026 yang diselenggarakan oleh kolaborasi Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) berkolaborasi dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bulungan ini, kata Syarwani, juga dihadiri Induk Organisasi Olahraga (Inorga) serta pegiat olahraga dari 10 kecamatan se-Kabupaten Bulungan.
Bupati Syarwani mengatakan, Tenguyun Fest yang digelar di Kampus Universitas Kaltara, 17-20 September ini merupakan wadah multipihak untuk menjaga kelestarian identitas daerah dan juga menjadi instrumen pendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.
“Tenguyun Fest menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk menggerakkan ekonomi kreatif di Bulungan,” katanya.
Terintegrasinya olahraga tradisional, kebudayaan, dan sektor UMKM dalam satu panggung festival diharapkannya mampu memperkuat semangat gotong royong warga Kabupaten Bulungan sekaligus memajukan produk-produk lokal unggulan.
“Jadikan ini kekuatan bersama dalam rangka untuk kita mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga tradisional khususnya di Kabupaten Bulungan sebagai bagian daripada ikhtiar kita untuk melestarikan budaya di Bulungan,” kata Syarwani.
Ketua KORMI Bulungan Adymas Putro Utomo mengatakan bahwa keterlibatan inorga dalam ajang ini bertujuan untuk membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap olahraga tradisional.
Menurutnya, festival yang mengangkat tema “Tradisi Tanpa Batas, Populer Tanpa Kehilangan Identitas” ini diikuti 712 pegiat dari berbagai inorga tradisional ini menjadi sarana efektif dalam membudayakan olahraga rekreasi di tengah masyarakat modern.
“Ajang ini tidak sekadar mempererat silaturahmi antarpegiat olahraga tradisional, tetapi juga menjadi fondasi untuk menjaring potensi pegiat rekreasi daerah yang siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Adymas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!