Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengejutkan Hasil Studi Terbaru Ini! Makin Banyak Bahasa yang Dikuasai, Otak Bisa Menua Lebih Lambat

7 Sabtu, 19 Sep 2026, 10:02 WIB | Oleh:
Mengejutkan Hasil Studi Terbaru Ini! Makin Banyak Bahasa yang Dikuasai, Otak Bisa Menua Lebih Lambat Mengejutkan Hasil Studi Terbaru Ini! Makin Banyak Bahasa yang Dikuasai, Otak Bisa Menua Lebih Lambat Doc: Antara foto/Freepik
Ket. Ilustrasi - Otak.

JAKARTA - Menguasai lebih dari satu bahasa ternyata berkaitan dengan proses penuaan otak yang lebih lambat, menurut penelitian terbaru yang melibatkan ratusan orang di Spanyol.

Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang menguasai dua bahasa memiliki aktivitas otak yang terlihat sekitar enam tahun lebih muda dibandingkan orang yang hanya menggunakan satu bahasa.

Pada orang yang menguasai tiga bahasa, perbedaannya mencapai sekitar tujuh tahun, sedangkan mereka yang menguasai empat bahasa menunjukkan aktivitas otak yang terlihat hingga 13 tahun lebih muda.

Mengutip laman Real Simple pada Jumat (18/9) waktu setempat, penelitian yang dipaparkan dalam forum Federation of European Neuroscience Societies (FENS) itu melibatkan 728 orang dari wilayah Basque, Spanyol, yang menguasai hingga empat bahasa.

Para peneliti menggunakan alat yang dapat merekam aktivitas sel-sel otak untuk melihat pola aktivitas otak pada peserta. Data tersebut kemudian digunakan untuk membuat perkiraan usia otak atau brain age.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bahasa yang dikuasai bukan satu-satunya faktor yang berhubungan dengan usia otak. Kemampuan menggunakan bahasa dan usia ketika seseorang mulai mempelajari bahasa kedua juga berpengaruh.

Ketua kelompok penelitian dari Basque Center on Cognition, Brain and Language di San Sebastián Lucia Amoruso, mengatakan pengalaman menggunakan banyak bahasa memiliki pengaruh yang bertahap. Artinya, manfaat tersebut berkaitan dengan apakah seseorang bisa berbicara dua bahasa atau tidak, serta seberapa lama dan seberapa baik bahasa tersebut digunakan.

Peneliti juga mengingatkan bahwa kebiasaan hidup dan aktivitas sosial dapat memengaruhi kesehatan otak. Karena itu, hasil penelitian tersebut tidak dapat diartikan bahwa kemampuan berbahasa menjadi satu-satunya penyebab seseorang memiliki proses penuaan otak yang lebih lambat.

Penelitian selanjutnya akan melihat apakah kombinasi bahasa tertentu memiliki pengaruh berbeda terhadap aktivitas otak. Para peneliti juga ingin mengetahui bagaimana kemampuan berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain berkaitan dengan fungsi otak.

Profesor Christina Dalla dari Medical School of the National and Kapodistrian University of Athens, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan belajar bahasa lain memiliki manfaat dalam aspek sosial, budaya, dan kesehatan otak.

Temuan tersebut menambah bukti penelitian mengenai hubungan antara kemampuan menggunakan banyak bahasa dan kesehatan otak sepanjang kehidupan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.