Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Panik! 25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Stok Beras Premium Disebut Tetap Aman

3 Minggu, 20 Sep 2026, 02:51 WIB | Oleh:
Jangan Panik! 25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Stok Beras Premium Disebut Tetap Aman Jangan Panik! 25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Stok Beras Premium Disebut Tetap Aman Doc: Antara foto
Ket. Mentan sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras premium di toko ritel tetap terjaga, setelah penarikan 25 merek beras fortifikasi yang dinilai melakukan pelanggaran melalui manipulasi.

Mentan mengatakan pihaknya telah meminta Perum Bulog mengoptimalkan pasokan beras premium ke toko ritel modern, karena stok tersedia dalam jumlah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga pilihan konsumen di pasar.

"Untuk beras premium kami minta Bulog optimalkan menyuplai, karena stoknya banyak. Itu bagaimana menyuplai toko-toko ritel modern, itu segera disuplai," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia menegaskan pasokan beras premium tidak boleh mengalami kekurangan, sehingga distribusi harus segera diperkuat guna memastikan masyarakat tetap memperoleh beras sesuai kebutuhan di berbagai saluran penjualan.

"Tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Amran.

Terkait beras fortifikasi, Amran menyebut pelaku usaha yang melakukan manipulasi akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tu sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen dan mutu pangan yang beredar di masyarakat.

Amran menyampaikan izin edar produk fortifikasi yang melanggar telah dicabut dan pemerintah memastikan produk tersebut tidak lagi dapat dipasarkan di wilayah Indonesia, setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan klaim pada kemasan.

"Sekarang beras fortifikasi yang melakukan manipulasi ditindak tegas, diberi hukuman seberat-beratnya," katanya menegaskan.

Sebagai Kepala Bapanas, Amran mengaku telah meminta jajarannya agar mengawasi peredaran beras premium termasuk kepatuhan harga eceran tertinggi (HET), agar stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pasar.

Pemerintah berharap langkah penindakan terhadap beras fortifikasi bermasalah menjadi peringatan bagi pelaku usaha untuk memenuhi standar mutu dan informasi produk, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pangan berkualitas dapat terus terpelihara dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman mengumumkan temuan 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label.

"Sehingga merugikan konsumen hingga Rp89 triliun," kata Amran, di Jakarta, Selasa (15/9).

Sebanyak 25 merek beras fortifikasi tidak memenuhi kandungan dan mutu sesuai SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Adapun merek beras yang diduga melakukan pelanggaran adalah WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.

Atas temuan tersebut, pemerintah mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penarikan produk dari peredaran, mencabut izin, serta memproses pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Harga Minyak Dunia Turun Dr...

Jakcraft Ruang UMKM Promosikan Produk Unggulan

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakcraft Ruang UMKM Promosi...
Luar Negeri
UNESCO Ungkap Fakta Mengeju...
Daerah
BPBD: Longsor di Lumajang S...
Olahraga
Ben Shelton Rekrut Mantan P...

Keengganan Membaca Benar-benar Mengkhawatirkan

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Keengganan Membaca Benar-be...
Nasional
BPS: Gangguan di Sentra Pro...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.