KEK Kura Kura Diminta Pegang Teguh Prinsip Keberlanjutan di Tengah Gencarnya Investasi
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisMal ini mengangkat konsep desa bhineka atau a village for diverse communities, mengadaptasi tata ruang tradisional Bali melalui elemen Bale dan Natah yang ditafsirkan dalam arsitektur kontemporer.
Bale sebagai balai komunal khas Bali, dan Natah sebagai halaman tengah tradisional, menjadi ruang terbuka yang didukung penggunaan material daur ulang, efisiensi energi, ventilasi alami, hingga pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
“Tiap toko menggunakan aksara Bali kami wajibkan, dan waktu membangun ini kami mengutamakan produk-produk lokal, harus hemat energi efisien banget ini AC cuma di toko sementara area publik tidak ada, dan sebisa mungkin kami pakai material daur ulang dimana yang mengerjakan orang-orang Bali,” ujarnya.
Di area seluas 4,8 hektare berkapasitas 130 toko itu, Tantowi Yahya berkomitmen akan menarik 1.000 tenaga kerja dengan didominasi masyarakat lokal Bali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak hanya toko merek global, pusat perbelanjaan dengan pemandangan Pelabuhan Benoa itu juga memastikan memberi ruang bagi UMKM lokal.
Tantowi Yahya memastikan keunggulan mal ini melalui konsep keberlanjutan yang ditawarkan serta produk grand outlet yang harganya lebih terjangkau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!