Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rahasia Genetik di Balik Orang Kidal

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 07:06 WIB | Oleh:
Rahasia Genetik di Balik Orang Kidal Doc: Omar AL-QATTAA / AFP
Ket. Siswa muda menulis di buku-buku saat dimulainya kelas di Sekolah Patriarkat Latin di dalam kompleks Gereja Katolik Keluarga Kudus yang menampung pengungsi Palestina di Kota Gaza.

UNTUK mengetahui kecenderungan orang kidal, sebuah studi gen terhadap orang kidal berusaha memecahkan beberapa misteri, seperti bagaimana gen dapat membuat orang lebih rentan mengalami gangguan perkembangan saraf atau mengembangkan penyakit neurodegeneratif.

Para peneliti dari Institut Max Planck untuk Psikolinguistik di Belanda mempelajari data genetik dari lebih dari 350.000 orang. Mereka menemukan beberapa potensi kesamaan dan perbedaan antara gangguan terkait otak dan faktor pengkodean langka yang berkontribusi pada ­sifat kidal.

Orientasi terbatas yang menyerupai pantulan cermin tangan manusia sangat umum dalam biologi. Bahkan, molekul sering kali memiliki orientasi konsisten yang disebut kiralitas. Sebagai contoh, blok bangunan protein biasanya memiliki struktur yang digambarkan sebagai “kidal”, sementara DNA yang ditemukan secara alami di semua makhluk hidup terpilin ke arah “tangan kanan”.

Namun, mengapa alam memiliki preferensi untuk kemiringan tertentu tidak selalu jelas. Tampaknya manusia yang memiliki dua tangan dan dua lengan yang tampak sama-sama berguna, seharusnya memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi kidal atau dominan tangan kanan. Namun kenyataannya, hanya sekitar 10 persen orang ­yang kidal.

“Bias keseluruhan ini secara luas konsisten di seluruh benua, dan telah stabil sepanjang sejarah manusia,” tulis ahli genetika Clyde Francks dan rekan-rekannya, dikutip dari Science Alert.

Orang kidal lebih banyak ditemukan di antara mereka yang memiliki gangguan perkembangan saraf tertentu. Dominasi tangan dan bahasa juga sangat terkait erat. Hal inilah yang mendorong penelitian ekstensif dengan semakin banyak bukti yang melibatkan gen kita.

Sebuah studi berbasis anak kembar menemukan bahwa sifat kidal diwariskan dalam sekitar satu dari empat kasus. Asimetri otak yang menyebabkan dominasi tangan mulai terbentuk sejak dini, dan preferensi tangan bayi bahkan sudah dapat dilihat saat mereka masih dalam kandungan.

Para peneliti mulai mengidentifikasi beberapa gen yang bertanggung jawab atas tangan kiri kita saat mengambil alih tugas-tugas yang terasa canggung jika dilakukan oleh tangan sebaliknya, seperti menulis.

Sebuah studi terhadap 400.000 catatan individu pada tahun 2019 mengungkap empat wilayah genetik pertama yang terkait dengan kidal. Pada tahun 2020, sebuah studi asosiasi genom luas (genome-wide association study) terhadap lebih dari 1,7 juta orang menemukan 41 varian gen yang memengaruhi sifat kidal.

“Gen yang terlibat termasuk beberapa gen yang mengode tubulin (komponen mikrotubulus) atau protein terkait mikrotubulus,” jelas para peneliti. “Di sini kami memeriksa apakah kidal juga dipengaruhi oleh varian pengkodean langka,” imbuh mereka.

Para peneliti memeriksa data genetik dari lebih dari 350.000 orang di UK Biobank untuk menentukan dampak varian gen langka pada sifat kidal. Analisis mereka mencakup 38.043 orang kidal dan 313.271 orang yang tidak kidal. Mereka mencari gen spesifik yang terkait dengan kidal dan menghitung seberapa besar perubahan gen langka ini secara keseluruhan dapat memengaruhinya. Pada tingkat populasi, mereka menemukan bahwa heritabilitas (sifat pewarisan) kidal dengan varian pengkodean langka ini adalah sekitar 1 persen.

Francks dan timnya menemukan bahwa orang yang kidal 2,7 kali lebih mungkin memiliki varian pengkodean langka dalam gen yang disebut TUBB4B, yang mengode tubulin pembentuk mikrotubulus. Mikrotubulus membentuk bagian dari sitoskeleton yang memberi bentuk pada sel, serta penting untuk perkembangan, migrasi, dan plastisitas neuron.

“Belum diketahui bagaimana mikrotubulus memengaruhi variasi antar-individu dalam sifat kidal manusia,” jelas para penulis. “Namun, diduga bahwa mikrotubulus dapat berkontribusi pada kiralitas seluler di awal perkembangan otak, dan dengan demikian berpengaruh pada pembentukan intrinsik organ dari sumbu kiri-kanan otak,” tambah mereka.

Mereka tidak menemukan hubungan apa pun antara sifat kidal dan sembilan gen yang terlibat dalam penyakit neurodegeneratif melalui studi skala besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
QRIS Makin Diminati! BI Sul...

Muara Enim Coba Atur Hasil Audit BPK

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Muara Enim Coba Atur Hasil ...
Daerah
173 Rumah Ibadah di NTT Rus...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Andrea Bocelli Siap Gelar Konser "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia

Andrea Bocelli Siap Gelar Konser "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.