Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani dari Dulu Terus Dijadikan Objek Penyejahteraan, tapi Tetap Miskin

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 00:43 WIB | Oleh:
Petani dari Dulu Terus Dijadikan Objek Penyejahteraan, tapi Tetap Miskin Doc: ist
Ket. susah terus

JAKARTA – Dari zaman Orde Baru petani selalu menjadi objek untuk disejahterakan hingga kini, namun, kenyataannya mereka sampai sekarang tetap dalam kondisi memprihatinkan.

Pejabat HKTI pun sekarang juga begitu. Dikatakan, Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) meminta kepada pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat kabupaten/kota se Provinsi Papua Tengah untuk fokus bekerja meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di daerah masing-masing.

Wakil Ketua Umum Bidang Litbang dan Kajian Strategis DPN HKTI Manimbang Kahariady di Timika, Sabtu, dalam arahannya pada acara pelantikan pengurus HKTI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se Provisi Papua Tengah mengatakan bahwa HKTI berkomitmen memajukan dunia pertanian dan memakmurkan petani Indonesia.

"Pelantikan yang penuh hikmat ini menjadi inspirasi kita melaksanakan tugas-tugas organisasi. Pikiran dan tenaga kita niatkan untuk memajukan petani Indonesia. Kita siap sedia mendarmakan waktu kita, kapan saja diperintah oleh pimpinan organisasi, kita harus siap," ujarnya.

Tugas Pengurus HKTI adalah bekerja memajukan sektor pertanian dengan tetap membangun kolaborasi bersama pemerintah di tingkat provinsi, kabupaten,para tokoh dan petani untuk menyatukan tekan dan semangat untuk memajukan petani.

"HKTI mengurus kepentingan petani jangan sampai kita diurus oleh petani," kata Manimbang

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Daerah (Setda) Mimika Fransiskus Bokeyau mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah.

"Pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi keluarga serta mewujudkan kemakmuran, kemandirian dan ketahanan pangan," ujarnya.

Papua Tengah memilik potensi di sektor pertanian yang sangat besar untuk dikembangkan dengan memperlihatkan kondisi geografis, kekayaan sumber daya alam, kearifan lokal serta potensi komoditas unggulan di masing masing kabupaten.

Tantangan pembangunan pertanian ke depan tidaklah ringan mulia dari keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, akses terhadap modal, penguasaan teknologi, ketersediaan pasar hingga peningkatan kapasitas dan keterampilan petani.

Dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi petani,dunia usaha, lembaga pendidikan serta seluruh pemangku kepentingan agar potensi pertanian yang dimiliki dapat di kelola secara optimal, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"HKTI sebagai organisasi bergerak dalam bidang pertanian memiliki peran strategis dalam memperjuangkan aspirasi petani,mendorong peningkatan kapasitas SDM pertanian serta membangun kemitraan yang produktif dengan petani, pemerintah dan pihak terkait," ujarnya.

HKTI harus mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong inovasi pengembangan usaha tani, peningkatan produktivitas dan pemasaran hasil pertanian.

"Pengurus HKTI di setiap kabupaten dapat membangun program kerja yang kongkrit terukur dan berorientasi pada hasil dengan mengutamakan kepentingan petani serta membangun potensi pertanian lokal," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Kejutan di French Open! Ube...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.