Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Sumbar Lewat Program Cadiak Pandai dan Onde Mande
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 05:12 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga mendampingi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) mengelola potensi lokal secara berkelanjutan guna memperkuat ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perusahaan mendampingi masyarakat melalui Program Cadiak Pandai di Padang Pariaman dan ONDE MANDE di Kota Padang untuk mendorong pemberdayaan berbasis lingkungan.
“Melalui Program Cadiak Pandai dan ONDE MANDE, kami berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan," kata Kitty terkonfirmasi di Jakarta, Kamis (1/10).
Menurut dia, inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan dengan memberi ruang bagi masyarakat mengembangkan potensi lokal.
"Kedua program ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan dan aksi iklim,” ujar Kitty.
Di Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Program Cadiak Pandai menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan melalui Kelompok Usaha Kompos Sejahtera Bersama (UKASEMA).
"Sejak 2023, perempuan dilibatkan secara aktif dalam pengembangan pertanian organik, pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk kompos dan parfum jerami, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar," tuturnya.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, program itu turut mendorong pemanfaatan 42 ton limbah jerami dan 6 ton limbah kotoran ternak per tahun.
Dari sisi ekonomi, program itu memberikan tambahan pendapatan bagi anggota UKASEMA sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan.
Sementara itu, di kawasan Air Terjun Lubuk Hitam, Kota Padang, program ONDE MANDE (Optimalisasi Hutan Produktif Air Terjun Lubuk Hitam Berbasis Water Resources Management & Development) mengoptimalkan potensi hutan dan sumber daya air.
Hal itu dilakukan melalui pendekatan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis wisata alam.
Ia menjelaskan, salah satu inisiatif utama dalam program tersebut yakni pembangunan dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang digunakan untuk mendukung penerangan akses menuju kawasan Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam.
Kehadiran fasilitas tersebut membantu meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata alam tersebut.
ONDE MANDE juga mendorong pengembangan usaha masyarakat melalui optimalisasi hutan produktif dan budidaya madu galo-galo yang dikelola secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!