Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 00:31 WIB | Oleh:
Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism Doc: apresiasi seni

JAKARTA – Mungkin ada yang pernah dengar Jelekongism, tapi juga mungkin ada yang belum pernah. Ini adalah karya seniman Arya Sudrajat. Dia membuka pameran tunggalnya bertajuk "Jelekongism" di Art1: New Museum, Jakarta, Sabtu, yang mengabadikan kehidupan seni di Jelekong.

"Saya ingin melihat Jelekong bukan hanya sebagai kampung pelukis, tetapi, sebagai ruang budaya yang hidup. Di dalamnya ada masyarakat, ada lanskap, ada sejarah, ada cara bertahan hidup, dan ada pengetahuan melukis yang diwariskan dari generasi ke generasi," kata Arya dalam siaran pers promotor pameran Mitra Seni di Jakarta, Sabtu.

Melalui karyanya, Arya ingin mengangkat peran Desa Wisata Jelekong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai ruang budaya yang menjaga kelestarian budaya seni di Indonesia.

Kurator pameran Vincent Rumahloine menilai "Jelekongism" tidak hanya berbicara mengenai lukisan, namun, juga membahas perilaku, ruang, material, hubungan sosial, pengalaman, dan ingatan yang membentuk kehidupan seni di Jelekong.

Arya yang lahir dan tumbuh di Jelekong menampilkan dinamika sosial, cara bertahan hidup, pengetahuan lokal, lanskap agraris, hingga ingatan kolektif masyarakat setempat.

Istri Menteri Kebudayaan Grace saat menyampaikan sambutan pembuka pameran tersebut menilai Jelekong ditampilkan dalam pameran itu seperti ekosistem budaya yang hidup lewat ruang karya. Dia menyebut ruang karya tersebut mendukung seni lukis dan praktik ekosistem seni yang lebih luas.

"Ada sawah, ada sungai, ada keluarga, ada keterbatasan yang diubah menjadi kreativitas. Seperti kisah karung tepung yang menjadi kanvas di tahun 70-an. Itu adalah jati diri bangsa kita," kata Grace.

Grace berharap pameran tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai asal mula seni. Seni tidak lahir di ruang kosong, tetapi, dari kehidupan kolektif, dari tanah, dan dari ingatan.

Maestro seni lukis Sunaryo memberikan pandangannya terhadap Arya. Sunaryo mengenal Arya sejak sang seniman mengikuti program residensi transit di Selasar Sunaryo Art Space pada 2017.

Sunaryo menilai Arya memiliki potensi besar untuk membuka jalan bagi pelukis lain dari kampung halamannya.

"Dia seorang yang dapat berkembang pesat dan tidak hanya untuk dirinya, namun, kesempatan dalam mengisi wadah Seni Rupa Indonesia dengan mengajak pula warga lukis sekampungnya," kata Sunaryo.

Ketua Dewan Pengawas Yayasan Bubuara Jelekong Indonesia Susrinah Sanyoto Sastrowardoyo, selaku mitra pendukung pameran, menyatakan mereka berupaya memberikan ruang bagi perkembangan seni lukis Jelekong sekaligus memperkenalkan praktik dan ekosistem seni Jelekong kepada masyarakat yang lebih luas.

Pameran tersebut berlangsung hingga dua pekan ke depan, Minggu (18/10), dengan menampilkan 30 karya lukis dan seni instalasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.