Mobilisasi Tabungan Nasional untuk Kegiatan Produksi Dalam Negeri
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiRekannya, Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko, menilai ada dua perspektif dalam melihat tingginya tingkat tabungan suatu negara.
Pertama, tingginya tabungan merupakan indikasi bahwa pertumbuhan konsumsi sudah maksimal. “Hal ini berarti sulit digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi. Konsumsi sudah mencapai kontribusi optimalnya atau golden rule,” jelas Suhartoko.
Kedua, tabungan tinggi menunjukkan besarnya penawaran dana yang dapat dipinjamkan. “Jika dari sisi permintaan, dunia usaha mampu menyerap, maka tabungan ini bisa digunakan untuk meningkatkan investasi. Tentu saja ini akan menciptakan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Suhartoko menyoroti kondisi Indonesia. Berdasarkan data, proporsi tabungan bruto terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat sebesar 37,5 persen pada Maret 2026. “Ini angka yang cukup besar yang sebenarnya dapat disalurkan ke investasi,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun persoalannya ada di sisi permintaan dana. Data perbankan menunjukkan kredit yang belum disalurkan atau undisbursed loan sudah menembus 2.575 triliun rupiah per Mei 2026.
“Angka ini sudah relatif cukup tinggi. Ini menjadi evaluasi kita, bagaimana kondisi permintaan dananya,” pungkas Suhartoko.
Dengan tabungan yang besar namun penyaluran kredit yang belum optimal, tantangan ke depan adalah memastikan dana domestik tersebut benar-benar berputar di sektor riil untuk menggerakkan investasi dan lapangan kerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!