Filipina Diguncang Ledakan Jelang Pidato Presiden
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiManila – Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina pada Senin (27/7) dini hari. Beberapa jam kemudian, aparat juga menemukan benda yang diduga bom yang belum meledak di dekat gedung Senat Filipina, kata sejumlah pejabat.
Dilansir dari AFP, ledakan yang terjadi sesaat setelah tengah malam itu tidak menimbulkan korban jiwa. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan menyampaikan pidato tahunan State of the Nation Address (SONA).
Kepala Kepolisian Nasional Filipina Jose Melencio Nartatez Jr. mengatakan kedua insiden tersebut diduga saling berkaitan.
"Ada kemungkinan besar bahwa kedua insiden itu saling berhubungan," kata Nartatez kepada wartawan, Senin.
Ia menambahkan, meski kepolisian telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman bom maupun serangan lainnya, pelaku tetap berhasil melancarkan aksinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami telah memiliki rencana kontinjensi untuk ancaman bom, pengeboman, dan berbagai kemungkinan lainnya. Namun, ada sesuatu yang lolos dari pengawasan kami dan meledak di depan Kementerian Kehakiman," ujarnya.
Hingga kini, aparat masih menyelidiki kekuatan ledakan tersebut.
Juru Bicara Kepolisian Manila Philipp Ines mengatakan penyelidikan masih berlangsung sehingga pihaknya belum dapat memastikan besar kecilnya daya ledak bom.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami masih melakukan penyelidikan sehingga belum bisa memberikan rincian mengenai seberapa besar atau kecil ledakan tersebut," kata Ines.
Foto-foto yang beredar di media lokal memperlihatkan kaca depan sebuah kendaraan retak akibat ledakan serta sejumlah puing berserakan di lokasi kejadian.
Sementara itu, polisi melaporkan benda mencurigakan di dekat gedung Senat ditemukan sekitar pukul 08.30 waktu setempat oleh seorang pengemudi truk derek yang kemudian melaporkannya kepada petugas keamanan.
Tim penjinak bahan peledak kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk detonator, jam, serta sebuah toples berisi serbuk berwarna cokelat yang kini sedang diuji di laboratorium forensik.
Pidato kenegaraan Presiden Marcos tahun ini berlangsung di tengah meningkatnya tensi politik di Filipina. Wakil Presiden Sara Duterte saat ini tengah menghadapi proses pemakzulan (impeachment), sementara pemerintah juga menghadapi sorotan publik terkait dugaan korupsi dalam proyek-proyek pengendalian banjir fiktif yang memicu kegelisahan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!