Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selat Hormuz Makin Memanas, Presiden Korsel Pastikan Militernya Tak Ikut Perang

📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 15:36 WIB | Oleh:
Selat Hormuz Makin Memanas, Presiden Korsel Pastikan Militernya Tak Ikut Perang Doc: Antara foto/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Ket. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.

ISTANBUL - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan pihaknya tidak akan mengirim pasukan tempur ke Selat Hormuz jika pengerahan tersebut dapat menyeret negaranya ke dalam konflik bersenjata di luar negeri.

"Harus saya tegaskan. Tidak akan ada pengerahan pasukan yang menyebabkan keterlibatan dalam konflik. Tidak akan ada keterlibatan atau partisipasi dalam perang," kata Lee dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, Jumat, menurut kantor berita Yonhap.

Lee menegaskan Korsel akan mempertahankan prinsip tidak terlibat dalam pertempuran, meski tetap mempertimbangkan langkah untuk melindungi kepentingan Korea Selatan di sekitar jalur perairan strategis tersebut.

"Tidak akan ada pengerahan pasukan untuk terlibat atau melakukan intervensi dalam perang. Ini dapat saya tegaskan dengan jelas," kata Lee.

Namun, dia mengatakan Korsel tetap berkewajiban melindungi warga negaranya, kapal dagang, dan jalur pengangkutan minyak mentah.

"Seperti yang dilakukan negara-negara lain, Korea Selatan harus melindungi nyawa rakyat kami, kapal dagang, dan jalur pengangkutan minyak mentah. Ini juga jelas," kata Lee.

Menurut Yonhap, Lee mengatakan Korsel perlu menjalankan kegiatan pada tingkat minimum untuk melindungi warga negaranya dan jalur pengangkutan minyak mentah.

Satuan militer Korea Selatan Cheonghae telah memperluas cakupan misinya di kawasan tersebut. Seoul kini mengkaji langkah untuk memperkuat upaya itu.

"Benar bahwa kami sedang meninjau dan memikirkan cara untuk memperkuat langkah-langkah tersebut," kata Lee.

Pernyataan itu disampaikan Lee ketika Korsel mempertimbangkan kemungkinan berkontribusi dalam upaya menjamin pelayaran melalui Selat Hormuz di tengah tekanan dari Amerika Serikat.

Sejumlah aset dilaporkan sedang dipertimbangkan, termasuk pesawat patroli maritim, tim penjinak bahan peledak, serta sistem nirawak yang mampu mendeteksi dan membersihkan ranjau laut.

Namun, Korsel menegaskan belum mengambil keputusan mengenai pengerahan aset tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur energi penting bagi Korsel.

Konflik yang melibatkan Iran serta meningkatnya aktivitas kelompok Houthi Yaman di sekitar Selat Bab al-Mandab turut memicu kekhawatiran mengenai pelayaran dan pasokan minyak mentah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

55 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Olahraga
Menghitung Peluang Janice J...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.