Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Kedelai Naik, Perajin Kulon Progo Sesuaikan Ukuran Tahu

📅 Senin, 25 Mei 2026, 09:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Kedelai Naik, Perajin Kulon Progo Sesuaikan Ukuran Tahu Doc: ANTARA
Ket. Perajin Tahu Nunggal Roso di Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, DIY, memasak tahu.

KULON PROGO – Perajin usaha Tahu Nunggal Roso di Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menyesuaikan ukuran tahu sedikit lebih ekonomis untuk menyiasati kenaikan harga kedelai dari Rp10.800 hingga Rp11.000 per kilogram.

Wakil Ketua Tahu Nunggal Roso Mubari di Kulon Progo, Senin (25/5), mengatakan bagi perajin di usaha Tahu Nunggal Roso, fluktuasi harga kedelai di angka Rp10.800 hingga Rp11.000 per kilogram saat ini memberikan tekanan yang cukup signifikan.

"Agar dapur Tahu Nunggal Roso tetap mengepul dan pelanggan setia di wilayah pemasaran Yogyakarta, serta sekitarnya tidak kecewa, kami menerapkan beberapa strategi bertahan dengan menyiasati ukuran dan ketebalan. Kami memilih untuk melakukan penyesuaian ukuran tahu sedikit lebih ekonomis dengan mengurangi beberapa milimeter daripada menaikkan harga," kata Mubari.

Menurut dia, strategi itu lebih bisa diterima oleh konsumen bawah dan pedagang pasar-pasar rakyat. Selain itu, perajin Tahu Nunggal Roso Tuksono melakukan efisiensi proses produksi dengan memperketat pengawasan pada proses pembuatan untuk menekan angka kegagalan (cacat produksi).

"Setiap butir kedelai harus dimasak dengan maksimal. Selain itu, kami memaksimalkan efisiensi bahan bakar dalam proses perebusan tahu," katanya.

Mubari mengatakan dampak langsung yang dirasakan perajin tahu, yakni penyusutan margin keuntungan. Kedelai adalah bahan baku utama yang mencapai 60-70 persen dari total biaya produksi. Ketika harganya tinggi, biaya operasional otomatis membengkak, sementara perajin tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual tahu ke konsumen secara drastis.

"Akibatnya, keuntungan kami terpangkas jauh," katanya.

​Dilema yang dirasakan perajin tahu, menentukan harga jual. Sehingga, ia mengatakan menaikkan harga tahu berisiko membuat pelanggan baik pedagang pasar maupun konsumen langsung beralih atau mengurangi pembelian.

Namun, menurut dia, jika harga tetap, perajin tahu menalangi biaya produksi.

"​Untuk itu, kami melakukan pengelolaan arus kas yang ketat. Modal kerja yang dibutuhkan untuk membeli jumlah kedelai yang sama kini menjadi lebih besar. Kami harus memutar otak agar arus kas harian tetap aman untuk membayar tenaga kerja dan biaya lain seperti kayu bakar/gas dan plastik kemasan," katanya.

Untuk mengatasi persoalan kenaikan harga kedelai dan penurunan keuntungan, kata Mubari, perajin tahu memanfaatkan produk sampingan. Perajin tahu memaksimalkan penjualan hasil sampingan tahu, seperti ampas tahu untuk pakan ternak atau diolah jadi tempe gembus agar ada pemasukan tambahan yang bisa membantu menutup biaya operasional utama.

Selanjutnya, perajin tahu menjaga loyalitas pelanggan lewat kualitas walau ukuran disesuaikan. Perajin Tahu Nunggal Roso Tuksono berkomitmen untuk tidak mengurangi rasa, kebersihan, dan tekstur yang khas.

"Bagi kami, kepercayaan pelanggan adalah modal terbesar untuk bertahan di masa sulit seperti ini," katanya.

Sementara itu, perajin Tahu Nunggal Roso lainya Suhadi berharap ada upaya nyata dari pemerintah atau pihak terkait untuk menstabilkan harga kedelai di tingkat lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.