Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bikin Penasaran! Pemkab Blora Kaji Sumur Minyak Rakyat untuk Tambah Pendapatan Daerah

📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 14:52 WIB | Oleh:
Bikin Penasaran! Pemkab Blora Kaji Sumur Minyak Rakyat untuk Tambah Pendapatan Daerah Doc: Antara foto
Ket. DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah saat menerima audiensi antara warga Dukuh Blimbing, Pemerintah Desa Gandu, paguyuban penambang sumur minyak rakyat, dan Mataram Connection Nusantara di DPRD Blora, Jawa Tengah, Kamis (20/8).

BLORA - Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan kajian mengenai skema pengelolaan sumur minyak rakyat yang memungkinkan aktivitas tersebut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Daerah perlu memiliki formulasi yang tepat agar aktivitas pengelolaan sumur minyak rakyat tidak hanya berlangsung di wilayah Blora, tetapi juga memberikan manfaat bagi daerah," kata Komisaris Utama BUMD Blora Patra Energi (BPE) sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Blora, Dasiran di Blora, Sabtu.

Ia mengungkapkan upaya tersebut dilakukan melalui BPE dengan berkonsultasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait regulasi dan mekanisme pengelolaan sumur minyak rakyat.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga masih mencari regulasi agar sumur rakyat tersebut bisa jadi sumber PAD.

"Karena yang mengambil dari daerah, fasilitas yang dimanfaatkan juga banyak daerah, minimal ada yang diperbantukan untuk daerah," ujarnya.

Menurut dia konsultasi dengan Kementerian ESDM diperlukan untuk mengetahui skema yang diperbolehkan secara regulasi sehingga kontribusi dari aktivitas pengelolaan sumur minyak rakyat dapat masuk ke daerah secara sah.

Ia mengakui upaya tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. BPE hingga kini belum dapat mengoperasikan secara maksimal titik sumur minyak rakyat yang telah diverifikasi Kementerian ESDM.

"Kendala di lapangan masih banyak. Ini bukan hanya BPE, tetapi juga dihadapi entitas usaha lainnya. Sehingga belum bisa optimal," ujarnya.

Dasiran menyebutkan kendala tersebut di antaranya berkaitan dengan investor yang akan mengelola titik sumur serta kebutuhan reparasi terhadap sumur minyak yang telah diverifikasi.

BPE, kata dia, masih menunggu kebijakan dan rekomendasi dari PT Pertamina maupun Kementerian ESDM terkait mekanisme pengelolaan sumur tersebut.

"Batas maksimal pengiriman itu tiga bulan. Ini yang juga menjadi kendala," ujarnya.

Dasiran meminta BPE lebih aktif menjajaki peluang investasi. Kepastian perizinan menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor dalam pengelolaan sumur minyak rakyat.

"Karena itu kan sudah diberikan kewenangan ke BPE, ya BPE harus aktif. Kalau kemarin alasannya investor kurang modal, ketika misalkan potensi itu ada dan izin itu ada, saya kira investor kan terbuka," ujarnya.

Selain berkonsultasi dengan pemerintah pusat, BPE dijadwalkan memenuhi undangan Pertamina pada Rabu pekan depan untuk membahas perkembangan pengelolaan sumur minyak rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.