Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anyaman Bambu untuk Bungkus Daging Dinilai Lebih Ramah Lingkungan dan Higienis.

📅 Senin, 25 Mei 2026, 15:32 WIB | Oleh:
Anyaman Bambu untuk Bungkus Daging Dinilai Lebih Ramah Lingkungan dan Higienis. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Agung Ludiro.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menganjurkan panitia hari raya Idul Adha memakai anyaman bambu atau besek untuk membungkus daging hewan kurban setelah dipotong di tempat pemotongan.

"Alangkah lebih baik kalau mungkin bisa menggunakan dari besek, daripada kantong plastik untuk bungkus daging kurban," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP DIY Agung Ludiro di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, dengan menggunakan anyaman bambu dalam bungkus daging, selain lebih ramah lingkungan, higienis, juga meminimalkan dampak sampah, ketimbang kantong plastik yang butuh waktu lama untuk terurai.

"Namun, mungkin secara ekonomi kalau menggunakan besek bambu harganya agak mahal daripada kantong plastik," katanya.

Menurut dia, anjuran penggunaan anyaman bambu untuk daging kurban sebenarnya selalu disampaikan kepada panitia kurban, namun apabila masih tetap menggunakan plastik agar yang tidak berwarna.

"Ya, sebenarnya setiap tahun kami sudah menganjurkan untuk bungkus daging kurban, ya setidaknya tidak menggunakan plastik yang berwarna, begitu saja," katanya.

Pihaknya mengimbau agar menggunakan kantong plastik berwarna putih, meski diketahui harganya semakin mahal, karena harga yang naik.

"Kami tidak tahu kalau di tahun ini apakah plastik putih juga masih, karena harga plastiknya juga mahal, harganya naik. Tetapi, kami tetap mengimbau supaya tidak menggunakan plastik yang berwarna," katanya.

Sementara itu, terkait kondisi hewan kurban di DIY, kata dia, dipastikan stok aman dan kualitas juga sangat bagus, karena ternak dari luar DIY dipastikan dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

"Yang dari luar masuk ke Jawa maupun sampai DIY semua surat harus lengkap, dan sampai sini pun juga rutin didatangi tenaga kesehatan untuk memastikan hewan yang beredar itu sangat layak diperjualbelikan, diperdagangkan."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Koperasi Harus Bangkit! Fok...

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...
Daerah
NTT Terus Diguncang Gempa S...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.