Menekraf Berharap Ekonomi Kreatif jadi Penggerak Industri Halal Global
📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 16:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan penguatan industri halal memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan ekonomi kreatif. Menurut dia, ekonomi kreatif dapat menghasilkan produk bernilai tambah yang memiliki identitas dan daya saing di pasar global.
Hal itu disampaikannya dalam The 5th Summit of Halal-20 2026 di Depok, Jumat (18/9) lalu. Ia menilai sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga kesehatan dan gaya hidup.
Teuku Riefky mengatakan pelaku industri kreatif Indonesia memiliki peluang memperluas pasar global. Hal ini dapat dengan memanfaatkan sertifikasi halal yang dinilai telah memiliki kredibilitas internasional.
“Kami meyakini sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menyangkut isu kesehatan dan gaya hidup. Banyak pelaku industri kreatif yang berpeluang menembus pasar global dari sertifikasi halal Indonesia yang dikenal kredibel secara internasional,” ujar Teuku Riefky, dikutip dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Sabtu (19/9).
Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. Ia mengatakan, pemerintah terus membangun ekosistem ekonomi yang terbuka sekaligus memberikan perlindungan konsumen melalui jaminan produk halal.
Saling pengakuan sertifikasi halal antarnegara dapat mengurangi proses sertifikasi yang berulang. Kemudian, meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan membuka akses produsen kecil ke pasar internasional.
“Ketika sertifikat halal yang kredibel saling diakui antarnegara, dunia usaha dapat mengurangi proses yang berulang. Rantai pasok dapat menjadi lebih efisien, sementara konsumen memperoleh jaminan yang lebih kuat,” ucap dia.
H20 2026 mengusung tema Bridging Bridges: Connecting Nations and Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama, standar, dan perdagangan halal global.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal mencatat kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional mencapai sekitar Rp6.400 triliun pada 2025. Adapun, angka ini sekitar 27 persen terhadap PDB. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!