Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Ketergantungan Pasokan Beras Luar, Babel Percepat Program Swasembada Pangan

2 Sabtu, 19 Sep 2026, 16:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kurangi Ketergantungan Pasokan Beras Luar, Babel Percepat Program Swasembada Pangan Kurangi Ketergantungan Pasokan Beras Luar, Babel Percepat Program Swasembada Pangan Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi, Petani Desa Rias Kabupaten Bangka Selatan saat melakukan panen padi.

PANGKALPINANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan percepatan program swasembada pangan, guna mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.

"Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat masih mengandalkan pasokan beras dari Jakarta dan Sumatera Selatan," kata Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan, di Pangkalpinang, Sabtu (19/9).

Ia mengatakan produksi beras petani Kepulauan Bangka Belitung hanya 38.117 ton atau 32,55 persen dari total kebutuhan beras tahun 2026 sebanyak 117.106 ton. Artinya, sekitar 67,45 persen atau setara 78.989 ton kebutuhan beras masyarakat di Kepulauan Babel masih harus dipasok dari luar daerah.

"Saat ini, kita masih sangat bergantung pada pasokan luar daerah, sehingga diperlukan percepatan swasembada melalui upaya ekstensifikasi atau perluasan lahan panen dan peningkatan produktivitas, guna mengurangi ketergantungan tersebut secara bertahap," katanya.

Ia menyatakan dalam meningkatkan produksi beras lokal itu, DPKP Kepulauan Babel telah menyiapkan strategi yaitu peningkatan produksi, produktivitas dan nilai tambah produk pertanian melalui penggunaan benih bermutu, seperti penyediaan bantuan benih unggul dan pengawasan sertifikasi mutu benih.

Selain itu, peningkatan ketersediaan infrastruktur pertanian, peningkatan kualitas SDM pertanian dan pencegahan dan pengendalian alih fungsi lahan untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian di daerah itu.

"Dalam percepatan produksi beras lokal ini terdapat tantangan-tantangan yang perlu diatasi seperti menurunnya lahan pertanian produktif, akibat alih fungsi lahan yang terus terjadi di berbagai daerah," katanya.

Selain itu, tantangan keterbatasan SDM bidang pertanian, baik dari sisi jumlah maupun kapasitas petani dan tenaga penyuluh serta dampak perubahan cuaca dan iklim, yang memengaruhi pola tanam, produktivitas, dan risiko gagal panen," kata Suryanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Perempuan Disiapkan Kredit Rp2,6 Triliun dengan Bunga Tetap

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perempuan Disiapkan Kredit ...

Memerangi Berita Bohong Menjadi Tugas Bersama

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Memerangi Berita Bohong Men...
Megapolitan
Program Bedah Rumah Merah P...

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.