Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengurus Lansia Itu Tidak Mudah, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Mereka Tetap Sehat

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengurus Lansia Itu Tidak Mudah, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Mereka Tetap Sehat Doc: rag.org
Ket. Ilustrasi

JAKARTA - Wakil Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr. Muhadi, Sp.PD, K-Kv, FINASIM, M.Epid menyampaikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika hidup bersama atau mengurus orang lanjut usia (lansia).

“Ya, tentu saja lansia itu kan juga seseorang yang ya berhak mendapatkan kehidupan yang layak, termasuk harus sehat,” kata Muhadi, usai acara EIMED untuk komunitas di Jakarta, Sabtu.

Muhadi mengatakan lansia sama sebagaimana manusia lainnya mengalami berbagai kondisi yang mungkin terjadi suatu kegawatdaruratan baik itu dipicu oleh faktor internal maupun faktor eksternal.

Dalam hal ini, faktor internal yang perlu diperhatikan, lanjut Muhadi, yang mungkin bisa menjadi pemicu suatu kegawatdaruratan berasal dari kondisi kesehatan lansia itu sendiri.

“Misalkan dia punya penyakit kemudian tiba-tiba menjadi berat penyakitnya,” imbuh dia.

Selain kondisi kesehatan, faktor lingkungan juga perlu diperhatikan dalam mengurus lansia. Muhadi menyampaikan bahwa kondisi kegawatdaruratan pada lansia juga dapat dipicu oleh faktor lingkungan yang kurang mendukung.

Ia mencontohkan seperti dalam satu lingkungan di rumah seperti pencahayaan yang kurang baik atau permukaan lantai licin sehingga lansia mudah terjatuh.

“Jadi seharusnya mereka (para pendamping) yang bersama hidup dengan lansia harus memperhatikan faktor-faktor eksternal dan internal. Nah kita perbaiki faktor-faktor eksternal, internalnya,” tutur dia.

Muhadi mengingatkan dalam merawat lansia membutuhkan pengasuhan yang berbeda dibandingkan dengan merawat anak-anak atau orang sakit yang bukan berusia lanjut.

“Asuhan untuk mereka lansia tuh pasti berbeda dengan mengasuh anak-anak atau mengasuh orang sakit yang bukan lansia,” kata dia.

Sebelumnya, berdasarkan data Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 bahwa jumlah penduduk lansia (berusia >60 tahun) mencapai 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total populasi.

Dalam hal ini, pemerintah terus memperkuat berbagai program promotif dan preventif untuk mencegah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian pada usia lanjut, seperti deteksi dini penyakit melalui cek kesehatan gratis (CKG), di mana sekitar 6,8 juta lansia sudah memanfaatkan CKG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Rano Karno Dilantik Jadi Ke...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Bantuan pemerintah yang patut diapresiasi karena sangat membantu ...
    Saatnya salah satu komoditi perkebunan andalan indonesia tembus ...
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
  • Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik
    Preview komentar:
Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi

Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.