Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Cuma Jadi Pasar, Talenta Digital Harus Berdaulat

📅 Senin, 28 Sep 2026, 13:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Cuma Jadi Pasar, Talenta Digital Harus Berdaulat Doc: ANTARA/ HO Kemenekraf
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meninjau peserta kompetisi saat menghadiri World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, melalui kolaborasinya dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), mengapresiasi World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 yang digelar Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN).

Riefky mengatakan kompetisi keterampilan reparasi perangkat seluler ini dapat mendorong penguatan talenta teknisi dalam mendukung aktivitas ekonomi kreatif berbasis digital.

"Perangkat yang andal menjadi salah satu fondasi bagi kreator konten, pengembang aplikasi, hingga pelaku usaha untuk menghasilkan karya dan menjangkau pasar. Kreativitas digital yang paling brilian sekalipun tidak akan sampai kepada penggunanya apabila perangkat yang digunakan tidak dapat berfungsi dengan baik. Di titik inilah talenta para teknisi memiliki peran yang sangat penting," kata Riefky, dalam keterangannya yang diterima, di Jakarta, Senin (28/9).

World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 yang digelar di Gedung Kemenaker, Jakarta pada 26-27 September 2026 ini diikuti 1.500 peserta dari berbagai daerah untuk mendorong penguatan talenta teknisi dalam ekosistem digital.

Menteri Ekraf menekankan empat nilai bagi peserta, yakni kompetensi, sportivitas, kolaborasi, dan daya saing.

Melalui acara ini, Kemenekraf dan Kemnaker turut mendorong ekosistem digital semakin besar, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan teknisi di berbagai daerah atau menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga bertujuan untuk mengisi kebutuhan reparasi ponsel di regional bahkan global dari talenta-talenta Indonesia.

"Karena itu, CGC Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya talenta, industri, komunitas, dan pemerintah untuk memperluas peluang kolaborasi di sektor digital," tambah Riefky.

Sebelumnya, Indonesia mencatat prestasi sebagai juara dunia kategori tim pada CGC 2025.

Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi mencakup keterampilan reparasi perangkat seperti CPU iPhone, CPU Android, dan glass repair pada tingkat nasional, serta reparasi perangkat pada tingkat Asia.

"Teknisi ponsel bukan sekadar orang yang memperbaiki perangkat saja. Dibutuhkan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, pengalaman, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah. Makin maju sebuah teknologi, semakin tinggi pula tuntutan kompetensinya," ungkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

Pemerintah juga mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja yang selaras dengan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. Kemenaker terus menyediakan pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi, serta program upskilling dan reskilling dengan melibatkan dunia usaha, industri, lembaga pendidikan dan pelatihan, asosiasi profesi, komunitas, dan masyarakat.

World Cup CGC Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang belajar, berbagi pengetahuan, mengenal teknologi, meningkatkan kapasitas, sekaligus memperluas jejaring industri.

Ajang ini juga menjadi jalur bagi talenta Indonesia untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat Asia hingga CGC World Cup 2026 di Guangzhou, Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Penjarahan Terjadi di Sejum...
Luar Negeri
Serangan Drone Ukraina Hant...
Luar Negeri
Sedikitnya 19 Orang Tewas p...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.